Mahasiswa Tantang KPK Usut Dugaan Korupsi PT KCN

Peristiwa  JUM'AT, 29 NOVEMBER 2019 , 23:30:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mahasiswa Tantang KPK Usut Dugaan  Korupsi PT KCN

Aliansi Mahasiswa Peduli Uang Negara unjuk rasa di Gedung KPK/Ist

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Uang Negara (AMPUN) kembali berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

Massa menantang penyidik KPK mengusut dugaan korupsi dan suap akibat dari perjanjian konsesi yang dilakukan oleh PT KCN dengan KSOP V Marunda/Dirjen Pelabuhan.

Koordinator aksi, Rusman yang juga koordinator Ketua BEM Se-Bekasi mengatakan, massa datang untuk mendesak KPK segera menangkap beberapa orang yang patut diduga melakukan korupsi, suap dan gratifikasi yang tertuang jelas dalam buku besar mutasi pengeluaran PT KCN.

"Kami mendesak KPK menangkap pejabat PT KCN dan mantan pejabat KSOP V Marunda. Dalam buku besar mutasi pengeluaran PT KCN ada bukti cek dan rekening koran namun tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak ada tanda terimanya," kata Rusman.

Sementara Rifky, koordinator lapangan aksi mendorong KPK memanggil pejabat bagian keuangan PT KCN agar semua transaksi illegal dalam buku besar mutasi pengeluaran PT KCN dapat dibongkar.

Lebih lanjut, Rifky menjelaskan bahwa kasus di Pelabuhan Marunda disinyalir merupakan hasil dari kongkalikong antara pejabat PT KTU dengan PT KCN, sehingga negara kehilangan aset dan mengalami kerugian triliunan rupiah.

Dalam unjuk rasa tersebut, demonstran juga membakar foto salah satu pejabat PT KCN.

Aksi unjuk rasa berlangsung kondusif dengan dikawal puluhan petugas aparat kepolisian.[dod]

Komentar Pembaca