Wacana Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Pengkhianatan Reformasi

Politik  JUM'AT, 29 NOVEMBER 2019 , 23:51:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Pengkhianatan Reformasi

Gedung Parlemen/Net

Salah satu hasil reformasi adalah perubahan mendasar dalam mekanisme pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung.

Perubahan ini bukanlah sesuatu yang ujug-ujug terjadi. Namun pengalaman pahit berada di bawah rezim otoriter dengan legitimasi absolut MPR sebagai lembaga tertinggi negara adalah pokok perkaranya.

Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/11).

Pangi mengingatkan, MPR jangan lagi berubah wujud menjadi "stempel" kekuasaan. Di sisi lainnya presiden menjelma bagai dewa yang anti kritik, menjadi feodal seutuhnya.

"Transisi dari rezim otoriter ke era domokratis memang tidak selalu berjalan mulus, namun itu tidak serta-merta menjadi alasan untuk kembali ke fase kelam di bawah sistem yang dulu telah melahirkan otoritarianisme," kata Pangi.

Menurut Pangi, komplikasi persoalan pemilu langsung harus diselesaikan dengan pikiran jernih bukan reaksioner.

Dengan demikian melahirkan solusi jitu, bukan dengan mengambil jalan pikiran pintas karena malas bersitegang dengan pikiran dan gagal dalam membangun dialetika berpikir.

"Indikasi malas berpikir dan gagal dalam berlogika itu tergambar dengan sangat jelas, ketika problematika dan solusi yang ditawarkan tidak nyambung sama-sekali," sindir Pangi.

Jika persoalan politik berbiaya tinggi, politik uang dan keterbelahan publik yang melahirkan konflik menjadi argumen utama untuk menghapus pemilu langsung maka solusinya bukan serta-merta mengganti sistem.

Selama upaya perbaikan sistem pemilu belum dilakukan secara optimal, maka sangat naif sekali rasanya menyalahkan pilihan sistem ini dan kemudian menggantinya dengan pilihan sistem lain yang telah terbukti membawa bangsa ini ke dalam sejarah kelam.

"Atau jangan-jangan mereka yang dulu merasakan nikmatnya kekuasaan dalam sistem otoriter itu sedang menyusun kekuatan, mereka sudah tidak sabar untuk kembali berkuasa," tandas Pangi.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00