LIPI: Orang Baik Tidak Akan Jadi PNS

Nasional  SABTU, 07 DESEMBER 2019 , 11:48:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

LIPI: Orang Baik Tidak Akan Jadi PNS

Diskusi publik "Meracik Pegawai Negeri Super"/RMOL

Berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS sepertinya menjadi harapan mayoritas warga negara Indonesia.

Profesi ini diidam-idamkan banyak orang, karena selain pendapatan yang lumayan, juga karena ada jaminan hari tua alias pensiun.

Namun Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko memiliki pemikiran yang bertolak belakang dengan asumsi banyak orang.

Menurut Handoko, orang baik tidak ada yang mau jadi PNS.

Hal itu disampaikannya dalam acara diskusi publik bertemakan 'Meracik Pegawai Negeri Super' di Hotel Ibis Tamarin, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Handoko mengatakan hal itu bukan tanpa alasanm Peneliti LIPI ini melihat proses seleksi PNS yang memiliki kecenderungan banyak praktik Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).

Kendati begitu, menurutnya itu adalah lagu lama. Saat ini proses seleksi PNS sudah sangat bagus, karena masuk sistem dimana semua orang dari seluruh wilayah dapat mengikuti proses seleksi tanpa terkecuali.

"Jadi mengambil orang baik melalui proses yang baik. Jadi entry itu sudah bagus diperbaiki," kata Handoko.

"Begitu dapat orang baik masuk dia tidak toleran dengan keburukan. Apa yang dilakukan yakni perbaikan manajemen internal sudah sangat baik," sambungnya.

Dengan perbaikan sistem tersebut maka dampaknya produktifitas dan mainset berubah. Manajemen itu kemudian dikembangkan dalam reward dan punishment.

"Anak baik itu akan terdistorsi jadi orang buruk kalau lingkungannya kotor. Sesimpel itu. Kalau anda nakal kita kasih hukuman atau pencopotan, kalau baik kita kasih peningkatan karir," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca