Tak Segera Selesaikan Masalah, BPJS Siap-siap Karam

Nasional  SABTU, 07 DESEMBER 2019 , 17:14:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tak Segera Selesaikan Masalah, BPJS Siap-siap Karam

Seminar BPJS Kesehatan di Universitas Bung Karno/RMOL

Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyisakan polemik di tengah publik.

Atas dasar itulah, Universitas Bung Karno (UBK) menggelar seminar bertajuk "Problematika BPJS Kesehatan Ditinjau Dari Aspek Hukum Dan Kinerja".

Ketua Program Studi Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra mengatakan, diskusi ini sangat penting sebagai bahan brainstorming atau curah pendapat kepada mahasiswa.

"Meskipun diskusi ini belum bisa menyelesaikan masalah yang ada, setidaknya diskusi semacam ini adalah sebagai brainstorming yang penting," ujar Azmi disambut dengan tepuk tangan peserta yang kebanyakan mahasiswa, Sabtu (7/12).

Mengawali diskusi, Azmi menjelaskan, manajemen yang buruk diduga menjadi sumber permasalahan dari BPJS.

"Pertanyaannya kenapa BPJS defisit terus? Ada aturan aja dilanggar apa lagi kalau nggak ada aturan?," kata Azmi.

Padahal keberadaan BPJS bisa disebut seperti surga buat orang yang tidak punya. Sebab subsidi silang yang dilakukan tentu menjadi penolong antar sesama.

"Saya nggak pernah makai tapi selalu bayar. Kenapa? Prinsipnya gotong royong. Ada rasa disana," ujar Azmi.

Azmi menyayangkan ada pernyataan lempar tanggung jawab di tubuh BPJS.

Oleh karena itu sekali lagi Azmi mengingatkan bila masalah ini terus berlarut maka hanya akan menunggu waktu untuk karam.

Sebelumnya Pemerintah telah menyatakan bahwa 50 persen peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri BPJS Kesehatan kerap menunggak iuran.

Tercatat ada 16 juta dari 32 juta peserta yang tidak tertib membayar iuran. Akibatnya, BPJS mengklaim kembali mengalami defisit anggaran dan terpaksa harus menaikan iuran dua kali lipat.[dod]

Komentar Pembaca