Kasus Novel Baswedan Ibarat Janji Pepesan Kosong Yang Terus Menerus Diperbaiki

Hukum  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 22:12:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus Novel Baswedan Ibarat  Janji Pepesan Kosong Yang Terus Menerus Diperbaiki

Novel Baswedan/Net

Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sampai hari ini masih buram.

Novel menjadi korban penyiraman air keras pada 11 April 2017. Namun sampai hari ini kasusnya mandek dan pihak kepolisian pun belum mengumumkan siapa dalang dibalik perbuatan jahat tersebut.

Menanggapi hal itu, eks Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto alias BW memberikan pandangannya.

BW yang semula ditanya wartawan soal peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) justru langsung membelokan pembahasan kepada kasus yang menimpa Novel.

"Kalau kita mau mewujudkan keadilan salah satu prosesnya adalah access to justice. Delay to justice itu, unjustice. Penanganan kasus Novel yang dilambat-lambatkan adalah kejahatan HAM tersendiri," kata BW di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/12).

BW mengungkapkan, yang hari ini terjadi penanganan kasus Novel dibiarkan terkatung-katung dengan janji yang terus dilanggar.

"Bahkan seolah-olah janji itu adalah pepesan kosong yang terus menerus diperbaiki," sindir BW.

"Jadi sebetulnya kita sedang melihat pelanggaran HAM tanpa jeda yang terus-menerus terjadi selama dua tahun," pungkas BW.[dod]

Komentar Pembaca