Ibukota Pindah Ke Kaltim, Foke Ingin Status DKI Dipertahankan

Nasional  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 , 14:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ibukota Pindah Ke Kaltim, Foke Ingin Status DKI Dipertahankan

Fauzi Bowo/RMOL

Gubernur Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo alias Foke mengingatkan Pemerintah Pusat agar memberikan win-win solution bagi Jakarta apabila ibukota negara resmi dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim).

"Status Jakarta sebagai daerah khusus juga tetap dipertahankan," kata Foke saat menjadi narasumber seminar nasional bertajuk 'Bagaimana Masa Depan Jakarta Pasca Ibukota Pindah' yang diselenggarakan DPD Korps Alumni KNPI DKI Jakarta di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

"Kepada cendekiawan yang menurut saya rada-rada telmi (telat mikir) karena sampai saat ini hampir tak terdengar suaranya untuk masalah pemindahan ibukota, kalian mau apa setelah ibukota dipindah? Pikirkan dengan serius!" sambungnya.

Foke juga mengingatkan para cendekiawan agar jangan sampai ada kekosongan hukum setelah ibukota dipindah dari Jakarta.

Karena setelah Jakarta tak lagi berstatus sebagai ibukota pindah, UU Nomor 2009 Tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta Sebagai Ibukota Negara tak berlaku lagi.

"Proses pemindahan ibukota akan tuntas pada 2045. Masih ada waktu untuk memikirkannya," tegas Foke.

Meski demikian, Foke menyarankan agar dapat dilakukan kajian secara komprehensif. "Sebaiknya dibentuk sebuah tim profesional yang khusus mengkaji soal tersebut," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca