KPK Sebut Wacana Jokowi Hukum Mati Koruptor Cuma Gimik Dan Retorika

Nasional  MINGGU, 15 DESEMBER 2019 , 12:24:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

KPK Sebut Wacana Jokowi Hukum Mati Koruptor Cuma Gimik Dan Retorika

Diskusi publik/RMOL

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan hukuman mati bagi koruptor bisa saja dimasukkan ke revisi UU jika ada kehendak masyarakat menyedot perhatian publik.

Jokowi bicara soal hukuman mati saat mendapatkan pertanyaan dari siswa SMKN 57 Jakarta dalam acara #PrestasiTanpaKorupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menilai apa yang disampaikan Jokowi hanyalah sekedar retorika dan gimik belaka.

"Pertanyaan (hukuman mati) itu juga sering saya dapatkan. Kalau kita bicara menghukum maka kita harus mulai sustainable," kata Sait dalam diskusi di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (15/11).

Saut mengatakan, korupsi itu bukan hanya tanggungjawab KPK saja. Jadi ketika ingin membicarakan hukuman maksimal untuk para koruptor maka pembahasannya itu jangan setengah-setengah.

"Kita harus bicara bahwa penindakan itu harus komprehensif. Kita duduk sama-sama baca UU Tipikor, KUHP, juga liat UU KPK. Jangan terjebak disitu," tegas Saut.

"Karena sudah ada undang-undang yang mengatur itu. Jadi jangan seolah memberantas korupsi karena benci dengan rakyat. Tidak konsisten dan sustainable namanya," tandas Saut.[dod]

Komentar Pembaca