Cuma Andalkan KPK, Sampai Kiamat Pemberantasan Korupsi Tak Akan Tuntas

Hukum  MINGGU, 15 DESEMBER 2019 , 15:47:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Cuma Andalkan KPK, Sampai Kiamat Pemberantasan Korupsi Tak Akan Tuntas

Gedung KPK/Net

Wacana hukuman mati untuk para pelaku korupsi yang digaungkan Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan dari siswa SMKN 57 mendapat respon beragam.

Salah satunya datang dari Ketua Baleg DPR (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas. Ia menilai persoalan korupsi memerlukan upaya luar biasa yang melibatkan semua stakeholders.

"Kalau hanya dibebankan KPK saya bilang sampai kiamat pun KPK nggak bisa bergerak sendiri. Karena KPK hanya salah satu unsur dari pemberantasan korupsi," ujar Supratman dalam diskusi 'Koruptor Dihukum Mati, Retorika Jokowi?', di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (15/12).

Politisi Gerindra ini mengatakan bahwa konsep pemberantasan tindak pidana korupsi tidak hanya bergantung pada jenis pemidanaan.

"Karena kalau kita melihat itu saja, pemberantasan korupsi hanya melihat dalam arti kata sempit," kata Supratman.

Untuk itu Supratman menyatakan harus ada keseriusan dari berbagai pihak untuk melakukan pemberantasan korupsi. Salah satu caranya dengan pendidikan karakter. pendidikan karakter.

"Kenapa pendidikan karakter? Di negara-negara Skandinavia untuk menghasilkan orang cerdas yang paling penting bukan hanya pendidikan. Tapi yang ditekankan di sana sejak usia dini adalah bagaimana anak-anak itu bisa dibekali nilai-nilai antikorupsi," ungkapnya.

Supratman bicara demikian bukan tanpa alasan, dirinya melihat banyak sekali para koruptor yang masih bisa tersenyum meski sudah mengenakan pakaian tahanan oranye dan ditangkap oleh KPK.

"Artinya upaya melakukan labelisasi dan memberikan hukuman sosial pada para koruptor belum dilakukan secara maksimal," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca