Terindikasi Jadi Ajang Maksiat, FPI Sarankan Anies Review DWP

Peristiwa  SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 11:11:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Terindikasi Jadi Ajang Maksiat, FPI Sarankan Anies Review DWP

KH Sobri Lubis/RMOL

Pagelaran musik elektronik terbesar se Asia Tenggara, Djakarta Warehouse Project alias DWP telah selesai diselenggarakan. Namun kritikan terhadap event musik berskala internasional tersebut masih saja terus bergulir.

Event DWP memang tak lepas dari pro dan kontra. Bagi mereka yang menolak, menilai acara musik ini tak lebih dari ajang maksiat.

Protes terhadap DWP pun selalu digaungkan setiap kali perhelatan ini akan digelar. Bahkan sejumlah ormas beberapa kali berunjuk rasa di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta untuk menyuarakan pembatalan acara kegiatan tersebut.

Ormas Front Pembela Islam (FPI) tak ketinggakan mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengkaji ulang acara musik itu.

"Kami sarankan sebaiknya Bapak Anies Baswedan selaku Gubernur DKI saat ini, melakukan review menyeluruh terhadap berbagai kebijakan yang sangat potensial membuka celah dan peluang berkembangnya segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan dengan konsultasi kepada alim ulama," ungkap Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) KH. Sobri Lubis dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/12).

Oleh sebab itu, Sobri melanjutkan, FPI menuntut Anies untuk mencabut berbagai Izin tempat hiburan dan kegiatan hiburan yang telah nyata dijadikan ajang atau memfasilitasi berbagai kemungkaran dan kemaksiatan.

Tak sampai disitu, FPI juga mengkritisi Anies yang memberikan penghargaan kepada salah satu tempat pariwisata, yakni Diskotek Colosseum, Jakarta. Adapun jenis penghargaan yang diberikan Anies adalah Adikarya Wisata.

"FPI menuntut menghentikan pemberian penghargaan kepada tempat-tempat hiburan seperti diskotek dan sejenisnya yang tidak ada manfaat sama sekali dalam pencapaian index manusia yang beriman dan bertaqwa," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca