Sentilan Aqil Sirodj Soal Kredit Murah Harus Diklarifikasi Sri Mulyani

Nasional  MINGGU, 29 DESEMBER 2019 , 21:17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sentilan Aqil Sirodj  Soal Kredit Murah Harus Diklarifikasi Sri Mulyani

Sri Mulyani/Ist

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Sri Mulyani dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) nampaknya sedang berselisih paham.

Hal itu bermula saat Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj menyentil janji Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait gelontoran dana Rp 1,5 triliun untuk kredit murah.

"Sampai hari ini sepeser pun belum terlaksana. Ini biar tahu semua seperti apa pemerintah kita ini. Biar tahu semua,” ucap Aqil Siradj melalui video berdurasi 32 menit 2 detik saat berbicara dalam wisuda mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/12).

Selain itu, dalam video itu Aqil Siradj juga berbicara soal ketimpangan ekonomi yang terjadi saat ini. Dia membeberkan sejumlah ‘borok’ dari pemerintahan saat ini.

Di menit 17.45, Aqil Siradj bahkan mengatakan, "Ketika Pilpres suara kita dimanfaatkan. Tapi ketika selesai, kita ditinggal."

Terkait hal ini, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio alias Hensat memberikan komentar melalui Twitter pribadinya.

"Ini kalau benar gak bagus buat 2 pihak, NU maupun Pemerintah Hasil Pemilu 2019," tulis Hensat, Minggu (29/12).

Lebih lanjut Hensat, saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL mengungkapkan, pidato Aqil Siradj patut untuk didalami.

"Itu mesti diklarifikasi negara terutama Menkeu atau bila ada maksud lain ya Kyai Said bisa menjelaskan ke publik. Jangan kemudian publik menduga berbeda. Termasuk bila muncul pertanyaan apakah ini termasuk jual beli suara?," kata Hensat.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00