Lestarikan Budaya Lokal, Politisi Golkar Ini Ngantor Pakai Baju Betawi

Ragam  SELASA, 07 JANUARI 2020 , 14:20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Lestarikan Budaya Lokal, Politisi Golkar Ini Ngantor  Pakai Baju Betawi

Jamaludin/RMOL

Ada yang berbeda dari anggota DPRD DKI Jakarta asal Partai Golkar Jamaludin hari ini, Selasa (7/1).

Politisi nyentrik yang sehari-hari ngantor di Kebon Sirih menggunakan kemeja formal, kali ini tampil mengenakan baju jawara Betawi.

Saat ditemui wartawan, anggota komisi A (bidang pemerintahan) DPRD DKI ini mengaku apa yang dilakukannya semata-mata untuk melestarikan budaya leluhur Betawi.

Baju Pangsi merupakan pakaian jawara-jawara Betawi sejak dahulu kala. Jawara Betawi yang dimaksud adalah sosok yang dalam keilmuannya baik ilmu agama maupun ilmu bela diri atau yang kita kenal dengan istilah silat Betawi,” ujar Jamal.

Sebagai putera asli Betawi, Jamal menjelaskan, warna baju pangsi bermacam-macam. Ada hitam, merah, hijau, krem dan coklat tua. Dilengkapi dengan asesoris sabuk besar, selendang kain, batu cincin dan sebilah golok dengan alas kaki sandal terompa.

"Pemakaian pangsi ini bermaksud untuk melestarikan salah satu adat budaya leluhur Betawi,” cetus Jamal.

Politisi asal Rawa Bambon, Ciracas Jakarta Timur ini mengharapkan agar apa yang dilakukannya dapat menginspirasi anggota dewan lainnya sebagai bentuk melestarikan kebudayaan asli Betawi.

"Ane berharap Jakarta sebagai ibukota dan kota metropolitan tetap menjaga kelestarian budaya orang Betawi sebagai penduduk inti ibukota. Dan anggota DPRD dapat mempeloporinya. Selama ini kan anggota DPRD menggenakan baju Betawi ujung serong kalo pas rapat paripurna istimewa HUT Jakarta. Bukan tidak mungkin, kita usulkan agar baju pangsi dikenakan di salah satu hari kerja," terang Jamal.

Lagi pula mengenakan baju khas Betawi ini juga merupakan amanat Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Berdasarkan buku Folklor Betawi yang dikarang oleh Abdul Chaer, busana pangsi memiliki ciri, leher baju yang bundar dan dibuat dengan lengan panjang.

Celananya dari dengkul ke mata kaki. Atau orang Betawi biasa bilang, ke atas takut hujan, ke bawah takut cacing,” ungkap Abdul Chaer yang juga seorang ahli Bahasa Indonesia ini.[dod]

Komentar Pembaca
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Kementerian Kominfo: Deklarasi JMSI Penting Dan Perlu Diapresiasi
Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00

Rezeki Banjir

Rezeki Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 18:37:00

Makan Bersama Pengungsi

Makan Bersama Pengungsi

JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 15:53:00