Erick Thohir Diminta Bersikap Tegas Terkait Privatisasi Pelabuhan JICT Jilid II

Ekonomi  SELASA, 07 JANUARI 2020 , 18:12:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Erick Thohir Diminta Bersikap Tegas Terkait Privatisasi Pelabuhan JICT Jilid II

Aksi demo SP JICT tolak privatisasi JICT jilid II/ist

Privatisasi jilid II pelabuhan petikemas nasional terbesar Jakarta International Container Terminal (JICT) kepada Hutchison Hong Kong harus disikapi tegas oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Hal ini disampaikan Ketua Umum SP JICT, Hazris Malsyah dalam keterarangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (7/1).

Menurut Hazris, ada beberapa alasan kuat untuk Erick Thohir menolak privatisasi tersebut. Diantaranya, proses privatisasi JICT tidak transparan dan merugikan negara. Hal ini telah dibuktikan auditor negara BPK lewat laporan hasil audit investigasi.
 
Privatisasi JICT juga telah melanggar berbagai aturan dan merugikan negara setidaknya Rp 4,08 trilyun. Bahkan dalam laporan BPK, pihak Hutchison turut terlibat atas kerugian negara tersebut.
 
"Sampai saat ini privatisasi tanpa alas hukum ini masih terus dijalankan oleh Hutchison dan Pelindo II di JICT dengan manuver dan dalih-dalih yang tidak berdasarkan hukum. Meneg BUMN Erick Thohir harus bersikap tegas terhadap mereka yang bermain di area abu-abu atas nama investasi. Jangan sampai Meneg BUMN justru menjadi bagian dari hal yang terlihat seperti konspirasi global untuk penguasaan JICT sebagai aset strategis bangsa," katanya.
 
Lebih lanjurt dia mengungkapkan, pelabuhan nasional penting dikelola secara mandiri terutama pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia seperti JICT. Pelabuhan ini telah dikelola oleh Hutchison Hong Kong sejak tahun 1999 dan habis kontraknya di tahun 2019. Dalam hal alih teknologi sudah sangat cukup.
 
"Lagipula secara SDM, teknologi dan hal lainnya, pelabuhan ini sangat bisa dikelola oleh bangsa sendiri. Tidak ada urgensi kontrak Hutchison diperpanjang di JICT," ungkap Hazris.

Sejak tahun 2014, paparnya, Serikat Pekerja telah menolak privatisasi "haram" JICT bukan karena anti investasi asing namun lebih karena prosesnya tidak transparan dan demi kemandirian nasional. Namun para pekerja telah diintimidasi hebat. Mulai dari PHK lewat sms, penembakan mobil anggota serikat, mutasi massal sampai pengeroyokan terhadap aktivis.

"Padahal para pekerja telah memberikan produktivitas terbaik bagi JICT sehingga pelabuhan ini menjadi salah satu yang terbaik di Asia," katanya.

"Saatnya Meneg BUMN Erik Thohir benar-benar bekerja dengan ahlak dan  mengambil sikap tegas untuk melindungi kepentingan bangsa dengan segera mengembalikan JICT ke pangkuan ibu pertiwi," tambah Hazris. [rah]
 

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00