Jokowi Watch: Cepat Pilih Wagub Untuk Bantu Anies Tuntaskan Banjir

Politik  RABU, 08 JANUARI 2020 , 07:36:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jokowi Watch: Cepat Pilih Wagub Untuk Bantu Anies Tuntaskan Banjir

Anies Baswedan/Ist

Bencana banjir Jakarta dan beberapa kota di sekitarnya mengawali pembukaan tahun 2020, Rabu (1/1). Salah satu penyebabnya yakni curah hujan yang tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengutip BMKG, menyebut curah hujan tahun ini tertinggi sejak 1996.

BNPB mencatat ada 103 titik banjir di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi karena curah hujan tinggi yang tinggi tersebut.

Akibatnya publik.pun ramai-ramai menyalahkan pemerintah yang dinilai gagal mengantisipasi banjir.

Bahkan di media sosial, warganet secara bergelombang membully Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dituduh tak becus bekerja.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus mengatakan, persoalan banjir harus segera diselesaikan oleh Anies.

Menurut Tigor, agar masalah banjir cepat dituntaskan, Anies harus memiliki pendamping alias Wagub dalam memimpin Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya, mengurus Jakarta dengan seabrek persoalannya selama lebih dari 1,5 tahun, tentu Anies membutuhkan energi luar biasa.

"Anies seharusnya dapat mengantisipasi persoalan banjir dan genangan jika didampingi dan berbagi tugas bersama Wagub," kata Tigor melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/1).

"Anies membutuhkan seorang Wagub yang mengerti dan memahami mengatasi banjir dan genangan di ibukota," sambungnya.

Untuk memilih Wagub yang sudah berlarut-larut, Tigor menyarankan PKS dan Gerindra selaku parpol pengusung melepaskan ego politik masing-masing.

"Jangan ada kepentingan politik dulu dari partai politik. Segera tunjuk Wagub untuk membantu Anies mengatasi persoalan," ujar Tigor.

Tigor menilai, penyebab lain musibah banjir adalah karena lambatnya pelaksanaan proyek normalisasi saluran (drainase).

Tigor menuturkan, proyek normalisasi tidak berjalan karena bagian perencanaan, pokja, dan pengguna anggaran lambat mengeksekusi program normalisasi saluran air denyan alasan admistrasi.

Akibatnya saluran air di DKI Jakarta yang rusak dan tertumpuk sampah tidak dapat diperbaiki. Sehingga menghambat jalan air ke saluran pembuangan utama, yaitu sungai dan Banjir Kanal Timur (BKT).

Misalnya pekerjaan turap sekitar 5 km di sepanjang Kali Kayu Putih hingga kini belum tuntas. Bahkan bahan material kontraktor terbengkalai di badan jalan.

"Seharusnya pekerjaan ini selesai akhir Desember 2019 (sesuai kontrak) namun sampai sekarang belum juga tuntas," ungkap Tigor.

Ia menambahkan, Blessmiyanda selaku Kepala BPPBJ DKI Jakarta pernah mengatakan bahwa jangka waktu pelelangan bisa dipersingkat , yang biasanya evaluasi membutuhkan waktu 2 minggu bisa dipersingkat hingga 3 sampai 7 hari.

Namun kenyataannya, tender hingga 2 bulan baru selesai , kuat dugaan adanya konflik kepentingan.

"Saya minta Anies segera mengevalusi Kepala BPBJ DKI Jakarta karena lambat mengeksekusi program mengatasi banjir dan genangan," pangkas Tigor.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00