Kecemasan SBY Melihat Konflik Iran Versus USA

Dunia  RABU, 08 JANUARI 2020 , 10:58:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kecemasan SBY Melihat Konflik Iran Versus USA

Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Bagi yang berharap tahun 2020 ini dunia menjadi lebih aman dan damai, harus bersiap untuk kecewa. Bahkan frustrasi. Tidak ada tanda-tanda untuk itu. Yang terjadi, di awal tahun baru ini kawasan Timur Tengah kembali membara.

Demikian disampaikan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun Facebook resminya yang diunggah pada Selasa (7/1).

SBY menuliskan bahwa dirinya termasuk orang yang tak mudah percaya bahwa krisis di Timur Tengah saat ini bakal menjurus ke sebuah perang besar. Apalagi perang dunia.

"Namun, saya punya hak untuk cemas dan sekaligus menyerukan kepada para pemimpin dunia agar tidak abstain, dan tidak melakukan pembiaran. Maksud saya, janganlah para world leaders itu do nothing. Mereka, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus 'do something'," tulis SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu yakin masih ada jalan untuk mencegah terjadinya peperangan besar. Meskipun dirinya Mengetahui memang keadaan sangat tidak mudah bagi para pemimpin Iran dan Amerika Serikat. Ada persoalan harga diri dan keadilan (justice)yang harus ditegakkan.

"Akar permusuhan di antara Keduanya (Iran Vs USA) juga sangat dalam. Iran merasa sangat dipermalukan (humiliated) dengan tewasnya Jenderal Soleimani yang sangat dibanggakan dan dicintainya," jelas SBY.

Namun, jangan lupa pula Amerika Serikat juga pernah merasa terhina ketika 52 orang warga negaranya disandera selama 444 hari di kedutaan besar mereka di Teheran tahun 1979-1981 yang lalu.

Oleh karena itu, apa yang bakal terjadi di hari-hari, atau di minggu-minggu mendatang, SBY menyebutnya bisa menjadi game changer.

"Artinya, apa yang akan diputuskan dan dilakukan oleh para pemimpin Amerika Serikat dan Iran bisa mengubah jalannya sejarah di masa depan," ujar SBY.

"Semoga yang akan datang adalah yang membawa harapan baik, bukan sebaliknya, sebuah malapetaka dan titik gelap dalam sejarah kemanusiaan," tutup SBY.[dod]

Komentar Pembaca
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Kementerian Kominfo: Deklarasi JMSI Penting Dan Perlu Diapresiasi
Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00

Rezeki Banjir

Rezeki Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 18:37:00

Makan Bersama Pengungsi

Makan Bersama Pengungsi

JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 15:53:00