Puskappi: Investasi Berisiko Asabri Berpotensi Rugikan Negara Rp 21 T

Hukum  JUM'AT, 10 JANUARI 2020 , 23:34:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Puskappi: Investasi Berisiko Asabri Berpotensi Rugikan Negara Rp 21 T

Gedung Asabri/Net

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Publik Pemerintah Indonesia (Puskappi), Maizal Alfian mengungkapkan, skandal di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) tidak kalah fantastis dibandingkan dengan skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan kerugian keuangan negara puluhan triliun.

PT Asabri merupakan BUMN yang bergerak di bidang asuransi sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk prajurit TNI, anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan dan PNS Polri.

Belakangan PT Asabri melakukan investasi beresiko di 12 emiten saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2019 hingga Januari 2020 mengalami kondisi bearish (turun).

"Kondisi ini berpotensi capital loss dengan nilai fantastis yakni sebesar lebih dari Rp 21 triliun dari nilai awal perhitungan Rp 52 triliun. Artinya potensi kerugian negara lebih dari Rp 10 triliun dari yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD," kata Maizal melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Jumat (10/1).

Maizal menuturkan, ke-12 emiten saham yang dimiliki PT Asabri, yakni 1. PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB), 2. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), 3. PT Indofarma Tbk (INAF), 4. PT Hanson International Tbk (MYRX), 5. PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), 6. PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), 7. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), 8. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), 9. PT SMR Utama Tbk (SMRU), 10. PT Kimia Farma Tbk (KAEF), 11. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), dan 12. PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON).

Kepemilikan saham pada emiten PT. Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) sempat dimiliki Asabri hingga akhir 2018. Namun saham ini mengalami suspensi pada akhir September 2019.

Sedangkan dua saham lain, yaitu PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) baru dimiliki pada akhir September 2019.

Karena itu, tiga saham terakhir, yaitu POOL, POLA, dan PPRO tidak dihitung dalam potensi penurunan portofolio saham PT Asabri.

"Dugaan kerugian negara yang dialami dalam Asabri sangat menyengsarakan rakyat, terutama menyengsarakan prajurit beserta keluarganya yang sudah berpeluh keringat, darah serta air mata untuk bangsa dan negara. Namun dana mereka malah disalahgunakan oleh oknum yang hanya ingin memperkaya diri sendiri," papar Maizal.

ntuk menyelamatkan PT Asabri, Puskappi menyodorkan tiga usulan, yakni:

1. Menkopolhukam RI harus segera membentuk tim khusus yang terdiri dari KPK, BPK, Kejagung dan Polri untuk mengusut dengan tuntas atas perihal kerugiaan negara atas investasi beresiko oleh Direksi PT Asabri maupun seluruh perusahaan asuransi plat merah (BUMN) lainnya. Karena jasa asuransi pemerintah saat ini cenderung menjadi lumbung korupsi.

2. Menkopolhukam RI harus bisa mempublikasi secara terang benderang kepada rakyat Indonesia, oknum yang terlibat dalam skandal kerugian negara tersebut sebagai langkah konkrit merealisasikan janji Presiden Jokowi untuk memberantas korupsi.

3. Kepada tim khusus yang terdiri dari KPK, BPK, Kejagung dan Polri agar menjaga profesionalitas proses penyelidikan dan penyidikan hingga penuntutan serta konsisten dan berintegritas dalam menjalankan perintah Presiden Jokowi untuk menggebuk siapapun oknum pejabat PT Asabri maupun lainnya yang terlibat dalam dugaan indikasi korupsi kerugian negara di perusahaan asuransi plat merah (BUMN).[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00