Soal Pembelian Pesawat Garuda, 3 Saksi Tegaskan Tak Ada Intervensi Dirut

Hukum  KAMIS, 16 JANUARI 2020 , 18:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Pembelian Pesawat Garuda, 3  Saksi Tegaskan Tak Ada Intervensi Dirut

Sidang Emirsyah Satar/Ist

Dalam proses pengambilan keputusan program perawatan engine (total care program) serta pembelian pesawat Airbus A330, A320, Bombardier CRJ 1000 NG dan ATR 72-600 ternyata tidak ada intervensi dari Emirsyah Satar yang saat itu menjabat Dirut PT Garuda Indonesia. Seluruh pengadaan itu diputuskan direksi Garuda berdasarkan rapat direksi.

Bukan cuma itu, dalam rapat-rapat yang dilakukan, semua peserta diberikan kebebasan untuk berbicara dan menyatakan pendapat secara independen. Sehingga pengambilan keputusan dilakukan secara kolegial yang disetujui secara bulat oleh seluruh direksi atas usulan yang diajukan oleh tim yang berasal dari berbagai unit.

Demikian disampaikan tiga orang saksi, masing-masing mantan Direktur Operasi Garuda, captain Ari Sapari; mantan Direktur Keuangan, Elisa Lumbantoruan; dan VP Keuangan, Albert Burhan pada sidang ketiga mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (16/1).

Dengan demikian, keterangan tiga saksi tersebut tidak mendukung dakwaan jaksa penuntut umum.

Emirsyah Satar bahkan telah meminta unit audit internal untuk melakukan audit perhitungan dan kinerja terhadap usulan yang diajukan oleh tim.

"Kami justru bangga menjadi bagian Direksi Garuda bersama Emirsyah Satar. Karena selama berkarir di Garuda sejak tahun 1975 hingga saat ini, di masa kepemimpinan Emirsyah Satar, Garuda mengalami periode yang paling hebat," kata Ari Sapari.

Hal senada disampaikan Elisa Lumbantoruan. Menurutnya, periode kepemimpinan Emirsyah Satar merupakan periode terbaik Garuda sepanjang sejarah.

Albert Burhan juga menyampaikan bahwa Garuda di masa Emirsyah Satar jauh lebih baik, karena berhasil bangkit dari perusahaan yang hampir kolaps menjadi berkembang pesat.

Dalam pelaksanaan sidang kedua sebelumnya, terungkap bahwa Direktur Tehnik Sunarko Kuntjoro diberhentikan dari jabatannya oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham Garuda melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 31 Oktober 2007, bukan diganti oleh Emirsyah Satar.[dod]

Komentar Pembaca
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Kementerian Kominfo: Deklarasi JMSI Penting Dan Perlu Diapresiasi
Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00

Rezeki Banjir

Rezeki Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 18:37:00

Makan Bersama Pengungsi

Makan Bersama Pengungsi

JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 15:53:00