Ini Respon Terhadap Pernyataan Menkumham Soal Tanjung Priok Sarang Kriminalitas

Suara Rakyat  MINGGU, 19 JANUARI 2020 , 09:30:00 WIB

Ini Respon Terhadap Pernyataan Menkumham Soal Tanjung Priok Sarang Kriminalitas

Pelabuhan Tanjung Priok/Net

SAYA terkejut begitu membaca pernyataan Menkumham Yasonna H Laoly yang menyebut Tanjung Priok sebagai sarang kriminalitas, karena dianggap kawasan Kumis alias kumuh dan miskin. Apalagi bila Tanjung Priok dibandingkan dengan daerah elit Menteng dan sekitarnya.

Pernyataan tersebut bukan keluar dari tokoh sembarangan. Karena selain menjabat Menkumham, Yasonna juga merupakan seorang profesor kriminolog.

Bukan cuma itu, Yasonna saat ini merupakan bagian tim hukum PDIP yang berjuang membela parpolnya "melawan" pemeriksaan KPK.

Perkataan Yasonna jelas tidak membawa dampak positif. Baik secara ilmiah maupun untuk masyarakat secara umum. Yasonna justru membuat stigma negatif, karena berbanding terbalik apa yang diucapkan dengan data terkini yang sangat mudah kita akses diberbagai media online.

Kejahatan saat ini bukan hanya lahir dan tumbuh di daerah Kumis. Karena kejahatan saat semakin merajalela. Dari yang kecil sampai yang besar bertaraf internasional,l.

Contoh sindikat penipuan berbasis informasi teknologi yang belum ini terungkap, dimana otaknya berasal dari China. Lalu pemerkosaan yang menggegerkan Inggris yang ternyata pelakunya berlatar belakang orang berpunya asal Indonesia.

Belum lagi bandar-bandar narkoba jaringan internasional yang sangat merusak generasi muda dan kalangan selebritis.

Koruptor kelas teri hingga kakap yang tertangkap pun bukan berasal dari Tanjung Priok.

Tukang begal, curanmor dan maling ayam, ternyata kekadian ini merata di semua daerah. Bukan hanya ada di Tanjung Priok.

Saya mohon Pak Menkumham mengkaji kembali. Karena kemiskinan saat ini sudah merata hampir di pelosok negeri.

Jadi jika kita mencermati pandangan Yasonna, tentunya menjadi sumir dan tidak berdasarkan kepada basis data terbaru. Dan maksud dari perkataan tersebut jelas sangat merugikan masyarakat Tanjung Priok.

Tentunya daerah yang dirugikan oleh perkataan Yasonna tentu tak akan tinggal diamm. Mereka akan meminta pertanggungjawaban secara hukum. Karena negara kita tidak mengharamkan untuk menuntut siapa saja, baik itu pejabat negara maupun rakyat jelata, semua sama kedudukannya dimata hukum.

Saran saya, Yasonna fokus terhadap tugas negara dan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan agar tak menimbulkan persepsi negatif dan kegaduhan.[dod]

Jamran Anak Asli Tanjung Priok

Komentar Pembaca
Jubir Covid Harus Mundur Secara Terbuka
Masuknya Virus China Covid-19 Di Indonesia Dan Pertanggungjawabannya
Pemerintah Mulai Jujur Tidak Punya Duit?
Sudjiatmi

Sudjiatmi

KAMIS, 26 MARET 2020

Soal ODP Covid-19 di Lebong, Menyebarkan Hoax Atau Mencari Kambing Hitam
Berpikir 1000

Berpikir 1000

SELASA, 24 MARET 2020

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00