Gapeksindo Bantah Ocehan Miring William Soal Perusahaan Pemenang Proyek Penataan Monas

Jakarta  SELASA, 21 JANUARI 2020 , 20:57:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gapeksindo Bantah Ocehan Miring William Soal Perusahaan Pemenang Proyek Penataan Monas

Mardin Zendrato/Net

Sekretaris Umum DPD Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) DKI Jakarta Mardin Zendrato merespon tuduhan politisi PSI William Aditya Sarana soal proyek penataan kawasan Monas senilai Rp 71,3 miliar.

Dalam cuitan di akun Twitternya, William mempersoalkan alamat PT Bahana Prima Nusantara (BPN) yang berlokasi di perkampungan di Jalan Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur.

"Tuduhan William tak berdasar dan mengada-ada," kata Mardin saat dihubungi awak media, Selasa (21/1).

Mardin mengatakan, PT BPN tercatat sebagai anggota Gapeksindo DKI Jakarta yang telah memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU)

"SBU perusahaan yang dikeluarkan Gapeksindo telah terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan validasi terhadap berkas perusahaan yang mengajukan. Termasuk PT BPN," ujar Mardin.

Mardin mengungkapkan, PT BPN sendiri merupakan perusahaan milik salah satu pengurus Gapeksindo.

"Sehingga tak mungkin PT BPN melanggar aturan, apalagi soal alamat perusahaan," tegas Mardin.

Mardin melanjutkan, sebelum memutuskan pemenang lelang penataan Monas, Pemprov DKI Jakarta juga sudah melakukan peninjauan terhadap domisili perusahaan.

"Jadi kalau dikatakan PT BPN tidak berkualitas, itu tidak benar, coba dilihat pekerjaan tersebut, sudah sesuai atau tidak. Dari situ bisa dikatakan mampu atau tidak perusahaan tersebut melaksanakan proyek," terang Mardin.

Selain itu, kata Mardin, informasi dari Direktur PT BPN bahwa admintrasi perusahaannya memang sewa di kawasan Ciracas, tetapi operasional sehari-hari dilakukan di Perkantoran Cempaka Putih, Jakarta Pusat, karena yang bersangkutan pengurus DPD Gapeksindo DKI Jakarta.

"Dan itu jelas semua alamatnya, bukan abal-anak. Bukan cuma itu, sewanya sejak 21 November 2019 sudah menjadi 10 juta per tahun, bukan 6 juta. Mardin menambahkan, hingga saat ini pekerjaan penataan Monas hampir selesai, tetapi pihak Pemprov DKI baru membayar 75 persen dari pekerjaan tersebut.

Secara terpisah, Pemprov DKI yakin kontraktor yang menggarap revitalisasi Monas bukanlah kontraktor abal-abal. Alasannya, perusahaan kontraktor bernama PT BPN itu pernah mengerjakan proyek Masjid Agung Sumatera Barat (Sumbar).

"Kontraktornya pernah membangun di Masjid Agung Sumbar dan pekerjaannya saya kira bagus. Saya pertama memang agak meragukan, ternyata bagus," ucap Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Heru Hermawanto kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).

Menurutnya, untuk melihat kontraktor bagus atau tidak, bisa dilihat dari hasil pekerjaannya. Atas dasar itulah, Heru yakin kontraktor memiliki kualitas.

"Kalau Kontraktor (disebut) abal-abal, coba saja dilihat pekerjaannya benar atau tidak. Pernah dipakai di Padang, maka kita lihat bagaimana," kata Heru.[dod] 

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00