Dua Kali Mangkir Dipanggil KPK, Amril Mukminin Dinilai Tidak Koperatif

Hukum  RABU, 22 JANUARI 2020 , 09:10:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dua Kali Mangkir Dipanggil KPK, Amril Mukminin  Dinilai Tidak Koperatif

Amril Mukminin/Net

Tersangka dugaan korupsi Amril Mukminin Bupati Kabupaten Bengkalis, Riau dua kali mangkir terhadap panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/1). Sebelumnya Amril pernah dipanggil KPK pada 23 Oktober 2019 juga tidak hadir.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus menilai Amril tidak kooperatif karena dua kali dipanggil, namun tidak hadir dengan alasan dibuat-buat.

Tigor lantas mempersoalkan ketegasan Ketua KPK Firli Bahuri yang belum menahan Amril yang sudah menyandang status tersangka sejak delapan bulan lalu.

"Harusnya Amril sudah ditahan. Apalagi dia masih aktif menjabat kepala daerah," kata Tigor melalui keterangan tertulisnya, Rabu (22//1).

Alasan lain harus dilakukan penahanan terhadap Amril adalah khawatir yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Muncul pertanyaan kenapa KPK tidak reaktif terhadap kasus Amril? Apakah memang KPK tidak ada cukup bukti untuk menahan Amril? Jika seperti itu KPK harus jelaskan pada publik. Karena jika telah ditetapkan tersangka biasanya sudah cukup barang bukti," ujar Tigor.

Diketahui, KPK pada 16 Mei 2019 telah menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

Untuk Makmur telah ditahan sejak 31 Oktober 3019 lalu di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.

Sebelumnya, KPK telah memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

Pertama, dalam dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan kedua dugaan suap terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Dalam dua perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang tersangka. Pada perkara pertama, Makmur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp105,88 miliar di mana tersangka Makmur diduga diperkaya Rp60,5 miliar.

Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Amril dalam kasus suap atau gratifikasi terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Amril sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

KPK pun pada Jumat (17/1) kembali mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut.[dod]

Komentar Pembaca
Bersatu Dalam Keberagaman

Bersatu Dalam Keberagaman

RABU, 25 DESEMBER 2019 , 09:08:00

Genangan Di Kamal Muara Rampung Disedot

Genangan Di Kamal Muara Rampung Disedot

RABU, 25 DESEMBER 2019 , 21:10:00

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00