Kisruh TVRI, Mola TV Harus Bertanggungjawab Terkait Siaran Liga Inggris

Ragam  RABU, 22 JANUARI 2020 , 12:46:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kisruh TVRI, Mola TV Harus Bertanggungjawab Terkait Siaran Liga Inggris

Ilistrasi/Net

Kasus pemberhentian Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas TVRI dari jabatan Direktur Utama TVRI periode 2017-2022 masih berbuntut panjang.

Informasi yang beredar, salah satu alasan Dewas TVRI mencopot Helmy adalah pembelian hak siar Liga Inggris yang menelan biaya besar dan tidak mengikuti tertib administrasi anggaran TVRI.

Sekjen Asosiasi Gabungan Operator Televisi (GO TV) Kabel Indonesia Candi Sinaga mengungkapkan, informasi tersebut menguatkan dugaan bahwa ada yang tidak beres dengan siaran Liga Inggris hasil kerja sama Mola TV (PT. Global Media Visual) di TV publik selama ini.

Menurut Candi, sudah sejak awal ditemukan kejanggalan terhadap siaran Liga Inggris di TVRI atas perjanjian kerjasama dengan Mola TV sebagai pemilik hak siar Liga Inggris di Indonesia.

Salah satunya yaitu ketika TVRI melakukan paket tender cepat untuk pengadaan peralatan Scrambling Xcrypt senilai Rp. 1.451.582.000.

Hal ini menyebabkan siaran Liga Inggris hanya dapat ditonton oleh masyarakat yang berada di wilayah jangkauan pemancar TVRI melalui penyiaran system teresterial (dengan menggunakan pemancar UHF).

Namun bagaimana dengan hak masyarakat yang berada di luar wilayah jangkauan pemancar TVRI. Dimana dalam aturan penyiaran sudah jelas disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik Pasal 1 ayat (11) bahwa Siaran Nasional adalah siaran yang ditujukan untuk masyarakat di seluruh wilayah negara Republik Indonesia

Ini sudah kita duga sebelumnya, karena bukan tanpa alasan adanya pembelian alat Scrambling Xcrypt ini yang nilainya juga lumayan besar, terus peruntukkan alat tersebut ternyata untuk menutup hak akses publik untuk menonton siaran nasional TVRI," kata Candi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (22/1).

Candi menduga langkah TVRI melakukan hal tersebut juga atas dasar perjanjian kerjasama dengan Mola TV.

"Namun dengan langkah tersebut membuat indikasi bahwa TVRI yang semestinya menjadi TV publik rakyat Indonesia kenapa tidak mementingkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia," sambung Candi.

Candi menambahkan bahwa Asosiasi GOTV Kabel Indonesia mendukung penuh TVRI dalam melakukan upaya dan strategi untuk memikat kembali minat menonton rakyat Indonesia dengan menghadirkan killer program.

Namun tetap harus memperhatikan aturan-aturan yang ada, baik dalam aturan penyiaran Indonesia dan juga administrasi keuangan sebagai wujud kredibilitas dan transparansi.

Karena sampai saat ini belum ditemukan data dan informasi tentang kerjasama TVRI dengan Mola TV dari aspek keterbukaan informasi publik seperti berapa biaya yang dikeluarkan TVRI untuk membeli hak siar Liga Inggris dari Mola TV dan apakah sudah memenuhi syarat dalam sistem keuangan di dalam TVRI.

Tentunya kita mendukung penuh atas langkah TVRI untuk menyediakan killer program, salah satunya Liga Inggris, tapi ya harus tetap berlandaskan aturan-aturan yang ada kan," tegas Candi.

Di lain sisi, sebagai Asosiasi GOTV Kabel Indonesia juga merasa tersudutkan ketika kuasa hukum Mola TV melayangkan peringatan somasi terhadap anggota GOTV di beberapa wilayah karena menyiarkan Liga Inggris tanpa izin dari Mola TV.

"Informasi ini perlu disikapi dengan mengingatkan kembali kepada Mola TV bahwa kami sebagai Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB) diharuskan menyiarkan program siaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI. Hal ini sesuai dengan kewajiban kami sebagai Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB) yang diatur dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran pada Pasal 26 ayat (2) di bagian huruf (b) yaitu menyediakan paling sedikit 10 persen dari kapasitas kanal saluran untuk menyalurkan program dari Lembaga Penyiaran Publik dan Lembaga Penyiaran Swasta," papar Candi.

Atas dasar ini, kami akan bereaksi keras kepada kuasa hukum Mola TV. Bagaimana caranya ketika aturannya mengharuskan kami menayangkan program dari TVRI, namun ketika TV Kabel yang sudah mendapat izin dari negara menayangkan Liga Inggris yang menjadi salah satu program siaran TVRI kami disomasi. Kami juga akan mempertanyakan hak kuasa hukum Mola TV untuk melayangkan somasi ini, apakah sudah memperoleh kuasa dari TVRI juga kah. Kalau ternyata tidak ada kami akan balik menggugat," pungkas Candi.[dod]

Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00

Rezeki Banjir

Rezeki Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 18:37:00

Makan Bersama Pengungsi

Makan Bersama Pengungsi

JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 15:53:00