Trik Andre Rosiade Bongkar Prostitusi Online Diapresiasi

Peristiwa  RABU, 05 FEBRUARI 2020 , 12:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Trik Andre Rosiade Bongkar Prostitusi Online Diapresiasi

Pelaku prostitusi online diamankan/Net

Strategi Anggota Fraksi Partai Partai Gerindra DPR Andre Rosiade yang membongkar praktik prostitusi online di Kota Padang, Sumatera Barat, memperoleh pujian.

Saat membongkar bisnis esek-esek lewat layanan daring tersebut, Andre menggunakan teknik undercover buyying.

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis mengatakan, undercover buyying merupakan teknik khusus dalam penyelidikan tindak pidana yang bertindak sebagai pembeli atau pemesan.

"Lazimnya teknik ini digunakan dalam tindak pidana narkoba. Namun belakangan digunakan juga untuk membongkar praktik prostitusi online yang marak terjadi,' kata Ali melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Rabu (5/2).

Ali menilai, aksi yang dilakukan Andre Rosiade terbilang jenius. Karena ketika mendapat keluhan dari masyarakat di dapilnya soal maraknya prostitusi online yang sudah sangat meresahkan, ia langsung berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk membongkarnya.

Menurut Ali, prostitusi online bisa dikategorikan sebagai tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking sesuai UU No 21 Tahun 2007.

"Karena sulitnya untuk membuktikan dan membongkar tindak pidana prostitusi tersebut maka teknik khusus undercover buyying tidak ada salahnya digunakan," ujar Ali.

Diketahui, Polda Sumatera Barat membongkar praktik prostitusi online. Dalam kasus ini, sebanyak dua orang ditangkap, yakni muncikari berinisial AF dan seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial N. Keduanya dibekuk pada Minggu (26/1). Saat ini, keduanya telah ditetapkan tersangka.

Kabid Humas Polda Sumbar Komisaris Besar Polisi Satake Bayu mengatakan, penetapan tersangka keduanya setelah menjalani hasil pemeriksaan. Keduanya dijerat UU nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Saat ini kasusnya ditangani oleh Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumbar," kata Satake ketika dikonfirmasi, Rabu (5/2).

Satake menjelaskan, PSK yang diamankan bukanlah seorang korban. Hal ini lantaran dari hasil penyidikan, didapatkan bukti digital yang membuktikan bahwa PSK tersebut meminta muncikari mencarikan pelanggan.

"Selain itu, PSK tersebut juga mengeksploitasi dirinya sendiri melalui aplikasi tersebut,” kata Satake.

Ia pun menjelaskan, kasus ini berbeda dengan kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur yang pernah ditangani. Dalam kasus itu, muncikari yang menjajakan anak kepada lelaki sehingga dalam kasus tersebut anak sebagai korban sedangkan tersangkanya merupakan muncikari.

Pemeriksaan rekam data digital forensik pada ponsel PSK dan mucikari. Penyidik juga telah memeriksa ahli ITE, ahli bahasa, ahli pidana. Saat ini, masih dalam tahap melengkapi berkas. PSK dan muncikari sudah ditahan. Harapan kita, dengan diterapkannya UU ITE ini, bisa memberantas prostitusi online di Kota Padang,” ujar Satake.

Satake menambahkan, PSK tersebut juga bukanlah korban dalam perdagangan orang atau kegiatan prostitusi. Melainkan pelaku yang bekerja sebagai PSK yang terlihat sudah profesional.

Pelaku juga bukan wanita di bawah umur. Jadi kita proses sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Panit II unit V Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar, Ajun Komisaris Polisi Indra Sunedi mengatakan, terungkapnya kasus dugaan prostitusi online tersebut berkat laporan anggota DPR RI Andre Rosiade.

Informasi tersebut menyebutkan adanya dugaan jaringan prostitusi online di Kota Padang. Yang mana, transaksi melalui online dan menggunakan hotel sebagai tempat eksekusi.

"Pimpinan kami dihubungi oleh anggota DPR RI Andre Rosiade yang menyatakan bahwa di hotel ini terdapat prostitusi online. Setelah laporan dipastikan benar, kita langsung melakukan penggerebekan di hotel tersebut,” kata Indra.

Indra menjelaskan, ketika dilakukan penggerebekan di kamar 606 Bumi Minang, perempuan berinisial N (26 tahun) yang sedang menunggu pelanggannya terkejut. Karena terkejut, dia langsung bersembunyi di balik pintu kamar tanpa sempat mengenakan pakaian.

N berlari masuk ke kamar mandi dan meminta tolong untuk mengambilkan bajunya yang ada di atas sebuah kursi. Saat melakukan penggerebekan, kami menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi dan uang tunai sebesar Rp750 ribu di atas sebuah kursi," kata Indra.

Indra menambahkan, selain barang bukti, pihaknya juga mengamankan seorang lelaki yang mengantarkan terduga ke hotel tersebut. Terduga pelaku prostitusi online dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolda Sumbar untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan terkait dugaan ini.

Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolda. Kita akan terus kembangkan untuk mengungkap jaringan prostitusi onlie di Kota Padang,” pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Kementerian Kominfo: Deklarasi JMSI Penting Dan Perlu Diapresiasi
Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00

Rezeki Banjir

Rezeki Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 18:37:00

Makan Bersama Pengungsi

Makan Bersama Pengungsi

JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 15:53:00