Soal Simpatisan ISIS, Rachmawati: Pemerintah Mengutamakan Keamanan

Polhukam  KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 , 20:34:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Soal Simpatisan ISIS, Rachmawati: Pemerintah Mengutamakan Keamanan

Simpatisan ISIS/Net

Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri mengajak seluruh pihak untuk kembali mengkaji dan mendalami soal pemulangan simpatisan ISIS.

Pernyataan Rachmawati ini terkait leputusan pemerintah yang tidak akan memulangkan simpatisan ISIS ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo bahkan secara tegas memberi predikat kepada mereka yang jumlahnya 689 orang itu sebagai eks Warga Negara Indonesia (WNI).

"Bagaimana pun kita memperkuat agar ide-ide atau pikiran-pikiran yang tidak selaras dengan Pancasila, memang harusnya kita coba eliminate (hapuskan)," kata Rachmawati saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra itu melihat langkah yang dilakukan pemerintah saat ini lebih mengutamakan dengan masalah keamanan.

"Karena pemikiran mereka, kalau ISIS itu radikalis, terorisme. Dalam konteks pengamanan negara, itu agak reluctent dengan hal-hal semacam itu," jelas Rachma.

Meski demikian, Rachma berharap pemerintah dapat memikirkan agar pemikiran yang radikal itu bisa disadarkan dan menyelaraskan dengan falsafah hidup bangsa Indonesia.

"Falsafah kita itu ya berbangsa bernegara, Pancasila," pungkasnya. [dod]

Komentar Pembaca
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Kementerian Kominfo: Deklarasi JMSI Penting Dan Perlu Diapresiasi
Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

Anies Datangi Korban Banjir Di Kalideres

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 13:06:00

Rezeki Banjir

Rezeki Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 18:37:00

Makan Bersama Pengungsi

Makan Bersama Pengungsi

JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 15:53:00