Ganjar Ancam Tutup Sekolah Yang Jadi Tempat Bullying

Nusantara  JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:26:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ganjar Ancam Tutup Sekolah Yang Jadi Tempat Bullying

Ganjar Pranowo/Net

Kasus bullying yang terjadi di sebuah SMP di Purworejo membuat prihatin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Gubernur pun mengusulkan untuk menutup sekolah tempat terjadinya bullying tersebut.

Dia berencana melebur sekolah berkapasitas murid kecil dengan sekolah lain di sekitarnya.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita RMOLJateng di laman Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah tempat terjadinya bullying hanya mendidik 21 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).

Rombel 7 dan 8 masing-masing berisi 6 siswa, adapun rombel 9 terdiri dari 9 siswa. Seluruh murid diampu oleh 8 guru dan 4 tenaga kependidikan.

"Sekarang mesti kita pikirkan bagaimana mengevaluasi sekolah seperti ini. Dengan sekolah berkapasitas sedikit jangan-jangan kapasitas sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan pun tidak mampu?” ujar Ganjar, Kamis (13/2).

Ganjar berencana meminta masukan kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan terkait kemungkinan untuk menutup sekolah tersebut. Atau melebur sekolah berkapasitas murid kecil dengan sekolah di sekitarnya.

"Mungkin kita harus berani ambil tindakan. Sekarang saya lagi minta regulasinya ditata dan saya minta kepada semua pemangku kepentingan pendidikan yang begini boleh nggak sih dilikuidasi? Saya kira kalau seperti itu nggak ada muridnya atau nggak bisa keluar dengan baik ditutup saja atau digabung dengan sekolah kiri kanannya,” tandas Ganjar.

Sebagaimana diketahui, kasus bullying kembali terjadi di sebuah SMP di Purworejo. Aksi bullying ini diketahui dari adanya video yang viral di media sosial, Rabu lalu (12/2).

Ganjar pun segera merespons hal ini. Sejak Rabu malam, dia telah menelepon kepala sekolah tempat terjadinya bullying. Kamis pagi, dia mengutus Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo demi mengusut kasus ini.

Ganjar juga meminta agar siswa pelaku perundungan diberi konseling dari guru maupun psikolog. Menurutnya, kenakalan siswa sebagaimana tampak dalam video yang viral itu harus diatasi dengan konseling agar perilaku bullying tidak terjadi lagi ke depannya.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00