Anggap Agama Musuh Terbesar Pancasila, Yudian Wahyudi Wajib Diperiksa Litsus

Polhukam  MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 08:50:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Anggap Agama Musuh Terbesar Pancasila, Yudian Wahyudi Wajib Diperiksa Litsus

Yudian Wahyudi/Net

Anggap Agama Musuh Terbesar Pancasila, Yudian Wahyudi Wajib Diperiksa Litsus Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi yang membenturkan agama dengan Pancasila mirip dengan gaya Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis mengingatkan bahwa pihak yang menolak makna Pancasila yang berisikan ketuhanan, teori politik musyawarah, keadilan, dan persatuan adalah PKI. Hal itu berdasarkan sejarah kelam yang dihadapi Indonesia.

Sejarah di dunia juga, komunisme dan PKI selalu memusuhi agama," ucap Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/2).

Damai berharap ada pembentukan badan atau lembaga yang kredibel dan independen untuk melakukan penelitian khusus (litsus) terhadap pernyataan Yudian Wahyudi.

Tujuannya, untuk mendeteksi terhadap diri Yudian Wahyudi apakah dirinya memiliki persamaan ideologi dengan komunis.

Litsus ini sah-sah saja oleh karena paham komunis dilarang oleh negara melalui TAP MPR dan Perundang-Undangan RI," jelas Damai.

Litsus yang dilakukan oleh lembaga atau badan yang independen tersebut, kata Damai, perlu dibentuk oleh empat petinggi agama, yakni Islam, Kristen (Protestan dan Katolik), Buddha dan Hindu.

"Apabila terdeteksi telah terkontaminasi komunisme, maka selain dicopot dari BPIP sebaiknya dicopot juga dari jabatan rektornya untuk mencegah bahaya virus laten komunis menghinggap otak kepala para siswa siswi Universitas Sunan Kalijaga," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00