Ketua DPRD Protes Izin Diskotek Black Owl Dicabut Karena Narkoba

Jakarta  SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 19:18:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua DPRD Protes Izin Diskotek Black Owl Dicabut Karena Narkoba

Prasetio Edi Marsudi/Ist

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memprotes keras keputusan Pemprov DKI Jakarta yang mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) PT. Murino Berkarya Indonesia selaku pemilik usaha Restaurant dan Pub Black Owl.

Prasetio menilai langkah Pemprov DKI mencabut izin Diskotek Black Owl telah melanggar Perda.

"Perda itu ditabrak Pergub. Kalau Perda kan melihat apakah ada satu keterlibatan si manajemen. Itu harus diberangus. Tapi kalau tamu datang ke situ, dia mau hepi, tiba-tiba dicek urine positif, terus perusahaan yang ditutup kan nggak fair juga," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (17/2).

Prasetio menyatakan demikian karena beranggapan, bisa saja pengunjung tersebut memakai narkoba dari luar diskotek. Namun disaat yang sama polisi melakukan razia di tempat hiburan malam tersebut. Sehingga seolah-olah diskotek itulah yang menyediakan narkoba.

"Makanya saya minta ke Bu Yayan selaku Biro Hukum kasih tahu Pak Gub, jangan kalau ada isu ini itu main tutup aja," ucap Prasetio.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, alangkah bijaknya jika Pemprov bisa memberikan peringatan terlebih dahulu. Kemudian melakukan sosialisasi.

"Pendapatan kita kan besar sekali dari hiburan, bukannya pro narkoba ya," pungkasnya.

Izin tempat hiburan malam Black Owl di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, resmi dicabut Pemprov DKI Jakarta per hari ini, Senin (17/2), setelah ditemukan pelanggaran dan penyalahgunaan narkoba.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menyampaikan ada pelanggaran ketentuan Pergub No. 18/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Pasal 54 yang dilanggar Diskotek Black Owl.

Pasal 54 ayat (1) berbunyi bahwa setiap manajemen perusahaan pariwisata yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan dan pemakaian narkotika dan/atau zat psikotropika lainnya di lokasi tempat usaha pariwisata dalam 1 (satu) manajemen dilakukan pencabutan TDUP secara langsung.

Diketahui, Polda Metro Jaya merazia tempat dugem Black Owl di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu dini hari (15/2).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, dari hasil tes urine sebanyak 12 orang pengunjung dinyatakan positif narkoba.

"Memang betul semalam kita melakukan razia di salah satu tempat hiburan," ucap Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu siang.

Mereka yang positif, jelas Yusri mengkonsumsi sabu. Lebih lanjut dia mengatakan ke-12 orang itu masih diperiksa intensif guna pengembangan. Mereka sementara dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

"Namun, kita tidak menemukan barang bukti (narkoba)," kata dia lagi.

Sebelumnya, Pemprov DKI sudah mencabut izin Diskotek Golden Crown karena ditemukan 107 pengunjungnya positif narkoba.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00