Di Depan Anggota DPR, Seniman Sebut Revitalisasi TIM Bisa Katrol Rating Politik Anies

Peristiwa  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 07:13:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Di Depan Anggota DPR, Seniman Sebut Revitalisasi TIM Bisa Katrol Rating Politik Anies

Audensi seniman dengan anggota DPR/RMOL

Para seniman top Ibukota yang melakukan audiensi (Rapat Dengar Pendapat Umum) dengan Komisi X DPR RI Senin (17/2) kemarin, terkait kebijakan Pemprov DKI dalam merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), bisa mengatrol rating politik Anies Baswedan.

Soalnya, kata Adhie M Massardi, Forum Seniman Peduli TIM pimpinan Radhar Panca Dahana yang diterima langsung Ketua Komisi X Syaiful Huda itu, adalah seniman dan budayawan kaliber nasional, beberapa di antaranya bahkan sudah mendunia.

Sementara yang dipersoalkan adalah gedung kesenian di Jl Cikini Raya no 73 yang dikelola pemerintahan tingkat provinsi, yaitu Pemprov DKI Jakarta.

Karena yang diperlukan seniman sesungguhnya Gedung Pusat Kesenian Nasional yang representatif yang memang belum ada, seharusnya momentum revitalisasi TIM yang peruntukannya memang lebih banyak demi kepentingan Pemprov DKI sendiri, para seniman itu bisa langsung audiensi dengan Presiden Joko Widodo,” kata penyair yang terkenal dengan sajak Negeri Para Bedebah” ini.

Sebenarnya pemerintah pusat, yang memiliki tempat-tempat strategis seperti di kawasan Senayan dan kawasan Kemayoran, bisa dengan mudah membuat sarana kesenian tingkat nasional, bahkan internasional. Atau, para seniman itu minta juga dibuatkan gedung pusat kesenian di calon ibukota baru,” tambah Adhie.

Jubir Presiden Gus Dur ini menjelaskan. Ketika Gubernur Jakarta (kala itu) Letnan Jenderal Marinir Ali Sadikin menginisiasi pembangunan pusat kesenian TIM di Jakarta, pada paruh terakhir tahun 1960-an, merupakan bagian dari persaingan (pengaruh) politik dengan Jenderal Soeharto, yang ketika itu pejabat presiden RI menggantikan peran Presiden Soekarno yang tersingkir secara politik.

Karena TIM berhasil melahirkan seniman-seniman berkualitas tinggi seperti Rendra, (teater), Arifin C Noer (film), Popo Iskandar (senirupa) dan menjadi inkubator bagi seniman-seniman muda Indonesia, membuat Ali Sadikin di kalangan seniman jauh lebih populer dibandingankan dengan Soeharto.

Begitu harumnya nama Ali Sadikin di kalangan seniman Indonesia, sehingga ia layak menyandang predikat Presiden NKRI (Negara Kesenian RI).

Jika dibandingan dengan Ali Sadikin, sebenarnya kiprah Gubernur Anies belum seberapa. Makanya, agar tidak terkesan mengatrol rating politik Anies Baswedan, sudah selayaknya para seniman Ibukota menemui Presiden Joko Widodo,

Minta Presiden segera bangun gedung pusat kesenian nasional yang representatif, karena membangun fasilitas tingkat nasional memang tugas Joko Widodo sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, bukan tugas gubernur kepala daerah,” pungkas Adhie.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00