Ahok Dianggap Ungguli Anies Soal Penanganan Banjir, Pengamat: Survei Pilkada 2017 Dia Juga Menang

Politik  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 07:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ahok Dianggap Ungguli Anies Soal Penanganan Banjir, Pengamat: Survei Pilkada 2017 Dia Juga Menang

Basuki Tjahaja Purnama/Ist

Publik dikejutkan dengan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indo Barometer yang menunjukan bahwa mayoritas responden menilai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang paling berhasil menangani di Ibukota.

"Satu, banjir, paling banyak dianggap berhasil Ahok 40 persen, lalu Jokowi 25 persen, Pak Anies (Baswedan) 4 persen," ungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat konferensi pers di Century Park Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (16/2).

Koordinator Lembaga Metropolis Center Dany Kusuma meragukan hasil survei Indo Barometer tersebut.

"Banjirnya di Jakarta kok respondennya seluruh Indonesia. Survei yang aneh," kata Dany saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Selasa (18/2).

Dany kemudian membandingkan dengan hasil survei mayoritas lembaga survei menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Saat itu semua lembaga survei nyaris seragam hasilnya memenangkan pasangan petahana Ahok-Djarot. Namun buktinya hasil akademis bertolak belakang dengan yang ada di lapangan," ujar Dany.

"Saya menilai, survei banjir beda-beda tipis dengan survei menjelang Pilkada DKI," sambungnya.

Menurut Dany, hasil survei tersebut juga berbeda jauh dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Berikut dampak banjir Jakarta di era pemerintahan Gubernur Joko Widodo, Ahok, hingga Anies Baswedan pada 2013-2020.

Data dilihat saat bulan terparah banjir melanda dengan indikator rata-rata ketinggian air, jumlah kelurahan terdampak, lama banjir, jumlah warga terdampak, hingga korban meninggal.

Banjir di era Gubernur Joko Widodo ini bermula sejak Desember 2012 dan mencapai puncak pada pertengahan Januari 2013. Banjir di tahun itu merupakan banjir terparah apabila melihat dampaknya dalam 7 tahun terakhir dari data BPBD.

Sekitar 1,2 juta warga terdampak dan 40 orang meninggal saat banjir. Banjir di tahun ini menyebabkan Jakarta dinyatakan dalam keadaan darurat.

Istana Negara pun turut terkena imbasnya. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menlu Marty Natalegawa ikut nyemplung ke halaman istana yang ketinggian banjirnya mencapai selutut orang dewasa.

Setahun setelahnya, banjir di Jakarta kembali terjadi dan yang terparah bulan Januari 2014. Kali ini, kelurahan terdampak bertambah 1 dibanding tahun sebelumnya. Namun warga terdampak jauh berkurang, yakni 245.950 jiwa. Sementara untuk korban meninggal mencapai 23 orang.

Di tahun 2015, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Korban jiwa akibat banjir lebih sedikit dari 23 jiwa menjadi 5 jiwa.

Pada tahun ini, wilayah depan Istana Negara juga ikut banjir. Dinas Pekerjaan Umum bidang Tata Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap penyebabnya. Yakni akibat kurangnya arus listrik untuk mengoperasikan pompa di waduk Pluit.

Di bulan Januari 2016, curah hujan relatif rendah. Tidak ada titik banjir yang signifikan selama periode ini. Curah hujan meningkat pada bulan berikutnya hingga menggenangi 70 kelurahan. Korban terdampak makin berkurang menjadi 70.218 orang. Sementara korban meninggal mencapai 2 orang.

Banjir terparah saat masih ditangani Gubernur Ahok terjadi pada Februari 2017. Dampak banjir kembali berkurang dengan korban terdampak yang hanya 19.325 di 67 kelurahan. Hanya saja, korban jiwa bertambah dari tahun sebelumnya menjadi 6 orang.

Banjir di awal Gubernur Anies Baswedan menjabat ini secara statistik memiliki dampak yang paling rendah. Kelurahan terdampak banjir menurun menjadi 43. Korban jiwa yang meninggal tercatat 1 orang.

Meskipun demikian, jiwa terdampak banjir meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 19.456.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00