Pembangunan ITF Mangkrak, Prabowo: Jakpro Bohongi Anies

Jakarta  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 08:43:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembangunan ITF Mangkrak, Prabowo: Jakpro Bohongi Anies

Prabowo Soenirman dan Anies Baswedan/Ist

Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, ternyata mangkrak. Padahal proyek pengelolaan sampah terpadu itu ditargetkan beroperasi awal 2022.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman menilai ada ketidakjujuran perjanjian antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Fortum selaku pihak ketiga, sehingga pembangunan ITF Sunter tersebut mandek.

Prabowo menyatakan PT Jakpro tidak memiliki malu karena hanya bisa sebatas groundbreaking pada 20 Desember 2018. Namun, hingga kini proyek fisik sama sekali tidak berjalan.

’’Makanya, saya minta kejujuran PT Jakpro. Saya minta dibuka isi perjanjian antara Jakpro dengan PT Fortum perusahaan asal Finlandia,’’ kata Prabowo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (18/2).

Bahkan, dia menduga, terbengkalainya proses pembangunan pengelolaan sampah di Jakarta berkapasitas 2.200 ton per hari itu, karena Gubernur DKI, Anies Baswedan selalu diberikan berita bagus oleh Jakpro. Padahal, kenyatannya itu bohong semata bahwa ini berjalan.

’’Ini terbukti ITF mandek.. Artinya, Gubernur Anies Baswedan, maaf ya, telah dibohongi oleh Jakpro. Jujur aja, saya kesal. Kenapa ini tak berjalan juga,’’ ucap Prabowo.

Sebab, menurut Prabowo, saat rapat dengan Komisi C DPRD DKI, Jakpro selalu memberikan progress pembangunan berjalan dengan baik. Sehingga DPRD menyetujui pemberian Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 2,7 triliun. Meskipun anggaran sebesar itu tidak semuanya untuk ITF.

’’Saya lupa berapa untuk ITF. Saya heran setiap rapat selalu bilang ok dan ok. Nah, ini masalah lagi. Bahkan sama sekali belum berjalan,’’ tegas Prabowo.

Prabowo menilai Anies hanya diberikan groundbreaking menandai sudah didapatkannya, izin mendirikan bangunan (IMB) dan lolos uji analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) oleh pihak terkait.

Sementara Fungsionaris Jakarta Monitoring Network (JMN), Isac Kharis Tahtawira mengaku kecewa dengan kinerja Jakpro karena diduga telah memberikan informasi salah ke gubernur, terkait pembangunan ITF Sunter.

’Ini sama saja permalukan gubernur. Wong, sudah groundbreaking 20 Desember 2018, proyek tak berjalan. Aneh-aneh aja,’’ ujar Kharis.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno mengakui pembangunan fisik tersebut belum berjalan. Meskipun, PLN sudah sepakat membeli listrik dari ITF tersebut.

Padahal, kesepakatan itu merupakan tonggak penting dalam membangun teknologi untuk mengatasi masalah sampah ibukota yang mencapai 7.800 ton per hari.

’’Iya, PLN buat beli listrik sudah beres. Hanya saja fisik (pekerjaan konstruksi,Red) belum,’’ kata Hani.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00