Dongkrak Layanan Jamaah Haji Dan Umrah, Ini 13 Terobosan Kemenag

Nasional  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 17:35:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dongkrak Layanan Jamaah Haji Dan Umrah, Ini 13 Terobosan Kemenag

Jamaah haji asal Indonesia/Net

Indonesia merupakan negara yang paling banyak mengirimkan jamaahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci Mekkah.

Kementerian Agama (Kemenag) yang dipimpin Fachrul Razi membuat 13 terobosan untuk meningkatkan layanan haji dan umrah untuk masyarakat Indonesia.

Yang pertama adalah mengenai penguatan manasik melalui program manasik sepanjang tahun dan sertifikasi pembimbing ibadah haji.

"Dengan program ini memungkinkan jamaah dapat setiap waktu mengikuti bimbingan manasik haji sehingga jika ada keberangkatan mendadak calon haji sudah tereduksi," ujar Fachrul di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

Selanjutnya, mulai tahun ini Bandara Kertajati resmi ditetapkan sebagai embarkasi/debarkasi bagi jamaah haji asal Jawa Barat. Dengan begitu diharapkan akan memudahkan keberangkatan dan kepulangan jemaah haji asal Jabar.

Kemudian Kemenag juga akan menambah fast track atau jalur cepat keimigrasian. Dengan fast track proses keimigrasian akan dilakukan di Bandara Soekarno- Hatta dan Bandara Juanda, sehingga saat tiba di Bandara Jeddah atau Madinah, jamaah tidak perlu antre lama bisa langsung menuju bus untuk diantar ke hotel.

Terobosan selanjutnya, alokasi kuota untuk prioritas lansia ditambah, pembangunan pusat layanan haji dan umrah terpadu, revitalisasi asrama haji dan rekrutmen petugas haji berbasis Computer Assisted Test (CAT).

Bukan hanya itu, Kemenag juga akan menambah layanan konsumsi untuk jamaah di Mekkah dari 40 menjadi 50 kali, sehingga jamaah bisa fokus pada persiapan ibadah di puncak haji.

Selain itu, menambah layanan eyab yaitu layanan khusus kepulangan jamaah haji dan menambah layanan tolet jamaah haji di Mina.

"Saya sudah melobi Menteri Haji Arab Saudi agar memperhatikan pembangunan tersebut pada kawasan tenda jamaah haji Indonesia. Arab Saudi tengah membangun 60 ribu toilet di Mina. Dengan bertambahnya toilet tersebut akan mengurangi antrean jamaah haji," ungkap Fachrul.

Kemudian Kemenag juga akan membentuk satuan tugas pengawasan umrah, mengembangkan sistem perizinan online melalui Siskopatuh atau Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) dan terakhir mencabut moratorium pemberian izin baru penyelenggara umrah.

"Regulasi mengatur bahwa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus memiliki kemampuan finansial untuk menyelenggarakan ibadah umrah yang dibuktikan dengan jaminan bank sebesar minimal Rp200 juta," jelasnya.

"Sehingga tidak ada lagi kasus penipuan berkedok layanan haji dan umroh seperti yang pernah terjadi pada First Travel," pungkas Fachrul. [dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00