Pilih Diam Saat Diserang Kelompok Pembenci, Anies Dipuji

Jakarta  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 21:57:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pilih Diam Saat Diserang Kelompok Pembenci, Anies Dipuji

Diskusi publik Gerakan Laskar PRO 08 (GL PRO 08)/Ist

Sikap diam yang ditunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengahadapi gelombang serangan dari para pembencinya menuai pujian sejumlah kalangan.

Salah satunya hasil survei yang menempatkan Anies dibawah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Jokowi dalam penanganan banjir.

Meski diam, namun Anies dapat membuktikan kinerjanya dalam mengurangi kemacetan. Buktinya, Jakarta turun peringkat sebagai kota termacet menurut TomTom Traffic Index.

Pengamat Perkotaan dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, mengatakan, untuk menghadapi isu-isu yang dilancarkan pihak yang tidak suka kepada Anies Baswedan, maka tidak perlu dengan merespon dengan serius.

Menurutnya, aneh rasanya jika masalah banjir Anies yang disalahkan. Apalagi, banjirnya di luar wilayah 'kekuasaan' Anies.

"Masalah banjir Anies yang salah, padahal banjir di Surabaya, Banjir di Tangerang, Anies salah. Tapi kalau Anies disebut Gubernur Indonesia mereka tidak terima," kata Amir Hamzah dalam acara diskusi yang digelar Gerakan Laskar PRO 08 (GL PRO 08), di Jalan Matraman Dalam 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

"Ketika ada yang serang Anies soal revitalisasi Monas, kita tak perlu serang balik. Itu hanya menutupi kelemahan bos mereka yang tidak mampu menyelesaikan masalah," tambah Amir.

Dikatakan Amir, suara-suara sumbang di luar tehadap Anies, tidak akan terjadi kalau tidak ada sumbernya dari dalam.

Amir menilai, berbeda memang di era kepemimpinan Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat saat memimpin Jakarta. Mereka yang di dalam diam karena merasa puas.

"Entah karena apa mereka puas. Ibarat kentut, bunyinya tidak ada tapi baunya busuk," ujar Amir.

Amir berpandangan Anies dalam membangun Jakarta bukan hanya sekedar fisiknya, tapi juga peradaban.

"Rencana Anies bangum Jakarta itu, membangun peradaban, bukan sekedar fisik," tuturnya.

Gubernur Rasa Presiden

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengkritisi keberadaan TGUPP lantaran tidak mampu mengurai persoalan-persoalan yang ada di sekeliling Anies.

Seharusnya, ketika Anies diserang, atau mendapatkan serangan, seperti yang pernah dilakukan PSI soal anggaran lem aibon, TGUPP bisa segera bertindak.

Sebab, Uchok melihat, apa yang dilakukan oleh PSI terkait anggaran lem itu bukan kritik, tapi lebih kepada serangan untuk Anies sebagai Gubernur DKI.

Uchok sendiri memandang wajar jika Anies kerap medapatkan serangan, sebab Anies adalah Gubernur rasa Presiden.

"Anies ini selalu dikatakan Gubernur rasa Presiden. Makanya banjir di mana-mana salah Anies," kata Uchok.

Menurut Uchok, Anies seorang pemimpin yang punya sopan santun. Tapi itu saja tidak cukup.

Uchok berharap Anies bisa tegas kepada para bawahannya agar tidak ada yang berani macam-macam.

"Jangan kayak Ahok, asal ngomong, nggak jelas, mulut sambel," ucapnya.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00