Dianggap Bohongi Anies Soal ITF Sunter, Ini Klarifikasi Jakpro

Jakarta  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 23:39:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dianggap Bohongi Anies Soal ITF Sunter, Ini Klarifikasi Jakpro

Ilustrasi ITF Sunter/Net

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dianggap telah membohongi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, karena hingga hari ini pembangunan Intermediate Treatment Facility atau ITF Sunter belum juga dimulai.

Padahal Anies sudah melakukan prosesi peletakan batu pertama ITF Sunter pada Desember 2018 silam.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hanief Arie Setianto, mengatakan, pembangunan ITF Sunter masih terganjal karena ada beberapa kendala dari lembaga keuangan yang belum bisa diselesaikan.

Namun, Arie tak menjelaskan maksud kendala di lembaga keuangan itu.

"Makanya sampai sekarang belum ada progress nyata di lapangan," kata Hanief di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Salah satu masalah pembangunan ITF Sunter adalah pembahasan aspek komersialisasinya. PT Jakpro, kata dia, sudah menyepakati sejumlah perjanjian mulai dari sistem pengelolaan sampah hingga jual beli listrik dengan PT PLN. Pemerintah pun, kata dia, telah menyiapkan investasi untuk pembangunan ITF Sunter.

PT Jakpro menargetkan pembangunan tempat pembakaran sampah Jakarta itu selama 36 bulan atau 3 tahun.

"Pembuatan boiler-nya sudah dimulai. Bahkan, sudah 20 persen dan dikerjakan di Denmark," ujarnya.

ITF Sunter nantinya mampu mengolah 2.200 ton sampah Jakarta per hari. Jenis teknologi yang diterapkan adalah waste to energy atau menubah sampah menjadi energi listrik, dengan kapasitas 35 MWh. ITF diklaim mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

PT Jakarta Solusi Lestari yang merupakan joint venture antara PT Jakpro dan perusahaan asal Finlandia Fortum menyebut masih ada beberapa hal yang belum disepakati antara beberapa pemangku kepentingan lainnya seperti PLN sebagai pembeli listrik dan pihak pemerintah.

Seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOLJakarta pada Selasa (18/2), pembangunan ITFSunter, Jakarta Utara, ternyata mangkrak. Padahal proyek pengelolaan sampah terpadu itu ditargetkan beroperasi awal 2022.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman menilai ada ketidakjujuran perjanjian antara PT Jakpro dan PT Fortum selaku pihak ketiga, sehingga pembangunan ITF Sunter tersebut mandek.

Prabowo menyatakan PT Jakpro tidak memiliki malu karena hanya bisa sebatas groundbreaking pada 20 Desember 2018. Namun, hingga kini proyek fisik sama sekali tidak berjalan.

’’Makanya, saya minta kejujuran PT Jakpro. Saya minta dibuka isi perjanjian antara Jakpro dengan PT Fortum perusahaan asal Finlandia,’’ kata Prabowo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (18/2).

Bahkan, dia menduga, terbengkalainya proses pembangunan pengelolaan sampah di Jakarta berkapasitas 2.200 ton per hari itu, karena Gubernur DKI, Anies Baswedan selalu diberikan berita bagus oleh Jakpro. Padahal, kenyatannya itu bohong semata bahwa ini berjalan.

’’Ini terbukti ITF mandek. Artinya, Gubernur Anies Baswedan, maaf ya, telah dibohongi oleh Jakpro. Jujur aja, saya kesal. Kenapa ini tak berjalan juga,’’ ucap Prabowo.

Sebab, menurut Prabowo, saat rapat dengan Komisi C DPRD DKI, Jakpro selalu memberikan progress pembangunan berjalan dengan baik. Sehingga DPRD menyetujui pemberian Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 2,7 triliun. Meskipun anggaran sebesar itu tidak semuanya untuk ITF.

’’Saya lupa berapa untuk ITF. Saya heran setiap rapat selalu bilang ok dan ok. Nah, ini masalah lagi. Bahkan sama sekali belum berjalan,’’ tegas Prabowo.

Prabowo menilai Anies hanya diberikan groundbreaking menandai sudah didapatkannya, izin mendirikan bangunan (IMB) dan lolos uji analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) oleh pihak terkait.

Sementara Fungsionaris Jakarta Monitoring Network (JMN), Isac Kharis Tahtawira mengaku kecewa dengan kinerja Jakpro karena diduga telah memberikan informasi salah ke gubernur, terkait pembangunan ITF Sunter.

’Ini sama saja permalukan gubernur. Wong, sudah groundbreaking 20 Desember 2018, proyek tak berjalan. Aneh-aneh aja,’’ ujar Kharis.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00