Genjot Penerimaan Pajak, Bapenda Gandeng 3 Bank Pemerintah

Ekonomi  JUM'AT, 21 FEBRUARI 2020 , 14:19:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Genjot Penerimaan Pajak, Bapenda Gandeng 3 Bank Pemerintah

Kerja sama Bapenda DKI Jakarta dengan BRI, BNI dan Bank DKI/Ist

Beragam cara dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta untuk menggenjot penerimaan pajak daerah.

Pasalnya, pada 2019, penerimaan pajak DKI hanya mencapai Rp 40,2 triliun atau 90.48 persen dari target Rp 44,5 triliun.

Selain menggelar door to door, Bapenda DKI juga menggandeng beberapa instansi untuk mendongkrak penerimaan pajak.

Salah satunya dengan menggandeng tiga bank milik pemerintah, yakni BRI, BNI dan Bank DKI.

Plt Kepala Bapenda DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, kerja sama dengan tiga bank plat merah itu merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk optimalisasi penerimaan sejumlah jenis pajak daerah tahun 2020.

"Dari kerja sama ini, kami berharap penerimaan pajak daerah lebih optimal di tahun 2020," ujar Sri Haryati usai menandatangi perjanjian kerja sama pelaporan pajak secara online dengan tiga bank tersebut, Jumat (21/2).

Sri juga berharap dengan adanya kerja sama ini dapat berdampak positif kepada wajib pajak (WP) dalam melaporkan pajak dari hasil usaha yang dikelola.

Nantinya, Bapenda akan mendapatkan hasil pelaporan pajak sesuai transaksi sebenarnya dan real time.

Sri menyebut, empat wajib pajak yang menerapkan pelaporan pajak secara online terdiri dari hotel, hiburan, parkir dan restoran.

"Nantinya pihak bank bersama petugas pajak turun mendata empat jenis usaha di Ibukota dan menginstal alat pelaporan pajak online," ujar Sri.

Ia menambahkan, kerja sama dengan dua bank BUMN, yakni BRI dan BNI sebagai salah satu bentuk kolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta dalam membangun Ibukota. Sedangkan untuk E-Tax Bank BRI menggunakan Teknologi Smart Agent.

"Kami juga mengimbau pengusaha hotel, hiburan, parkir dan restoran wajib mengikuti program pelaporan pajak online," ucap Sri.

Sementara, Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto menjelaskan, dalam dunia perpajakan, E-Tax atau pajak elektronik sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat.

Inovasi program pemerintah di bidang pajak tersebut memfasilitasi wajib pajak untuk dapat melakukan pembayaran pajak secara online.

"E-Tax ini ditujukan untuk wajib pajak yang memiliki usaha dengan sistem digital, diantaranya sektor usaha hiburan, hotel, restoran, dan parkir," terang Akan.

Dengan adanya E-Tax, kata Amam, diharapkan tujuan pemerintah dalam meningkatkan sistem pengawasan dan pemantauan pembayaran wajib pajak atas usaha-usaha tersebut dapat tercapai.

Selain itu, hadirnya E-Tax juga diharapkan dapat meminimalisir kecurangan terkait urusan pembayaran pajak. Sehingga pembayaran pajak dapat dilakukan dengan mekanisme pelaporan dan pembayaran yang mudah, salah satunya wajib pajak tidak perlu lagi membawa uang tunai.

"E-Tax sebagai produk berbasis online menyediakan akses untuk pembayaran pajak para wajib pajak kapan saja dan di mana saja," tutup Amam.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00