Pajak Knalpot Mencekik Rakyat Dan Memeras Wong Cilik

Peristiwa  JUM'AT, 21 FEBRUARI 2020 , 19:46:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pajak Knalpot Mencekik Rakyat Dan Memeras Wong Cilik

Damai Hari Lubis/RMOL

Massa aksi 212 berjubel di area Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk menggelar Aksi 212 dengan tajuk Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI”.

Ketua Aliansi Anak Bangsa sekaligus Mujahid 212, Damai Hari Lubis, mengatakan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Maka untuk mengalahkan atau membasminya pun mesti dengan cara yang luar biasa pula.

"Nggak bisa setengah hati atau dimaafkan. Bagaimana memaafkannya, hak apa negara memaafkan? Karena yang mereka korupsi adalah uang rakyat," ungkapnya saat diwawancarai Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/2).

Damai menegaskan bahwa korupsi merugikan semua lapisan golongan. Jadi wajar jika mesti didukung oleh seluruh kelompok masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung tentang usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan mengenakan cukai bermacam produk, seperti knalpot dan minuman berpemanis.

Damai menyarankan Sri Mulyani agar ikut mendukung KPK untuk menyita atau merampas harta pelaku korupsi. Baik harta yang disembunyikan atau tersimpan di dalam negeri maupun disembunyikan di luar negeri.

"Sehingga Sri tidak usah menekan rakyat kecil untuk kenakan pajak (asap) knalpot yang bisa diartikan oleh publik sebagai bentuk lain "memeras" wong cilik," tegasnya.

"Janganlah memberi contoh kepada rakyat kecil dengan melakukan yang aneh-aneh demi dana segar tapi cekik rakyat sendiri," pungkas Damai.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00