Masyarakat Tak Butuh Salam Pancasila

Suara Rakyat  MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 11:16:00 WIB

Masyarakat Tak Butuh Salam Pancasila

Ilustrasi/Net

DAHULU di Indonesia terasa seluruh umat beragama hidup rukun dan damai. Karena para orang tua mencontohkan langsung dalam perbuatam di masyarakat.

Semua umat beragama saling menghormati dan menghargai. Rumusnya cuma satu: gotong royong dan kebersamaan.

Saat itu tak ada Salam Pancasila. Namun mengapa semua umat beragama di Tanah Air hidup rukun dan damai, saling menghormati dan menghargai? Sesama tetanga kita selalu saling bantu dan tolong menolong. Itulah Pancasila yang sejatinya.

Sekarang zaman sudah maju. Terjadi perubahan pada semua hal di masyarakat. Dampak paling ekstrim adalah hilangnya semangat gotong royong.

Nah, gotong royong itulah Salam Pancasila sesungguhnya yang ada di masyarakat.

Jadi tak perlu ada Salam Pancasila. Tetapi tumbuhkan kembali kebersamaan dan gotong royong di masyarakat.

Biarkanlah masyarakat bebas memilih cara mengucap salam sesuai yang dikehendaki.

Sekarang kita boleh pilih dua hal yang perlu untuk disosilisasikan pada masyarakat. Salam Pancasila atau gotong royong dan kebersamaan.[]

Sugiyanto Ketua Umum Pemerhati Jakarta Baru

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00