M Qodari Tak Lihat Tanda-tanda Jokowi Bakal Lengser

Polhukam  MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 22:47:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

M Qodari Tak Lihat Tanda-tanda Jokowi Bakal Lengser

Presiden Jokowi/Ist

Seskab Pramono Anung melarang Presiden Jokowi berkunjung ke Kediri. Pramono percaya Kediri selama ini dianggap sebagai daerah wingit atau angker bagi presiden.

"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono saat memberikan sambutan di hadapan para kiai sepuh pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri, Sabtu (15/2) lalu.

Larangan itu, kata Pramono, bukan tanpa sebab. Pramono menceritakan bahwa dahulu, Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid sempat berkunjung ke Kediri. Namun setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

"Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak apa-apa," imbuh Pramono.

Pernyataan Pramono menanggapi sambutan KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan bahwa Kediri memang daerah wingit untuk presiden.

Namun, ada cara jika presiden ingin berkunjung ke Kediri dan tidak terjadi apa-apa. Yaitu dengan berkunjung atau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengaku tidak melihat tanda-tanda Jokowi bakal lengser di tengah jalan.

Menurutnya, Jokowi didukung oleh mayoritas partai politik yakni sekitar 75 persen dan kedua Jokowi bukan orang yang konfrontatif.

"Saya kira memang dari pengalaman tahun 2001 elit politik kita sudah punya pendapat bahwa yang namanya Presiden itu harus dijaga sampai selesai. Kalau mau mengganti momentumnya di pemilu bukan di tengah jalan," ujarnya saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL, di Hotel Century Park Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/2).

Selain itu, untuk bisa sampai pada investment bukanlah hal yang mudah. Berbeda dengan apa yang terjadi pada Gus Dur.

"Kalau zamannya Gus Dur relatif lebih mudah karena memang dia ngajak kelahi semua yang kemudian pada akhir nya Gus Dur kehilangan dukungan dari partai politik, terutama yang besar-besar," jelas Qodari.

Namun untuk Jokowi, Qodari merasa yakin hal itu tidak akan terjadi, mengingat di periode pertama mantan Walikota Solo itu telah berhasil lolos dari isu lengser. Begitu pula dengan periode kedua.

"Sosok Jokowi periode kedua ini secara politik lebih kuat dari pada periode pertama," tandas Qodari. [dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00