2 Kelompok Ini Yang Paling Getol Serang Anies Baswedan

Politik  RABU, 26 FEBRUARI 2020 , 22:41:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

2 Kelompok Ini Yang Paling Getol Serang Anies Baswedan

Anies Baswedan/Ist

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak henti-hentinya mendapat serangan. Serangan tersebut terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok emosional dan kelompok rasional.

Demikian disampaikan Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Toni Rosyid saat menjadi narasumber diskusi publik bertajuk 'Mengapa Gubernur Anies Selalu Diserang, Siapa Yang Diuntungkan' yang digelar Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (25/2)

Toni menjelaskan, kelompok emosional muncul karena masih ada barisan dari mereka yang belum move on dari Pilkada DKI Jakarta 2017.

Meskipun menurutnya jumlah saat ini semakin kecil dibandingkan awal Anies menjabat sebagai Gubernur, namun kelompok like and dislike akan selalu ada.

"Persoalannya apakah kesempatan itu digunakan untuk menyerang atau tidak," ujar Toni.

Selain itu, Toni menambahkan, kelompok emosional bisa muncul dari mereka yang sesungguhnya berada pada posisi netral. Namun karena Anies didukung oleh seseorang atau partai yang mereka yang tidak sukai maka ketidaksukaan itu pun muncul.

Sementara dari kelompok rasional, Toni memetakan berdasarkan dua basis, yakni mereka yang berbasis ekonomi dan berbasis politik.

Untuk mereka yang menyerang Anies atas dasar basis Elekonomi, kebanyakan berasal dari para pengembang yang merasa jalannya mendapat hadangan dari Anies.

Hal itu karena Anies dengan tegas berani menolak sesuatu yang dinilai melanggar aturan seperti reklamasi.

"Dari basis ekonomi juga ada dari mereka yang bergelut di bisnis hiburan. Sebab Anies beberapa kali mencabut izin hiburan malam. Ada Alexis dan Golden Crown," jelas Toni.

Sedangkan untuk mereka yang berasal dari basis politik muncul akibat sisa-sisa polarisasi pasca Pilpres 2019 lalu.

Bahkan Toni menegaskan, polarisasi ini akan terus dirawat sampai Pemilu 2024.

"Walaupun Prabowo sudah hijrah atau pindah atau berkhianat, saya nggak tahu. Silahkan pilih bahasanya. Ketika itu terjadi (polarisasi), nah ini akan dirawat terus oleh rakyat yang tanda kutip. Oleh karena itu saat ini muncul banyak survei-survei," pungkas Toni.

Acara yang dimoderatori M Rico Sinaga tersebut juga dihadiri Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch Amir Hamzah, aktivis senior Lieus Sungkharisma dan Budayawan Betawi Ridwan Saidi.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00