3 Saksi Ngaku Tak Kenal Emirsyah Satar Dalam Pembelian Rumah Di Pondok Indah

Hukum  SABTU, 29 FEBRUARI 2020 , 05:15:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

3 Saksi Ngaku Tak Kenal Emirsyah Satar Dalam Pembelian Rumah Di Pondok Indah

Sidang lanjutan Emirsyah Satar/Ist

Tiga saksi, masing-masing Dwiningsih Haryanti Putri, Erna Indrastuti dan Istiningdiah Sugianto alias Iis Sugianto mengaku tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Emirsyah Satar.

Sebab dalam transaksi jual beli rumah yang terlibat adalah mertua Emirsyah Satar, Mia Suhodo dengan Istiningdiah Sugianto.

"Tidak mengenal dan bertemu dengan Pak Emirsyah Satar dalam transaksi jual beli rumah mertua Pak Emirsyah," kata tiga saksi dalam sidang lanjutan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

Dwiningsih Haryanti Putri diketahui merupakan agen penjualan properti terkait pembelian rumah di Jalan Pinang Merah II Blok SK Persil 7 dan 8, Pondok Pinang; Erna Indrastuti alias Erna Priyono, notaris/PPAT yang membuat akta jual beli; dan Istidingtiah Sugianto alias Iis Sugianto, pemilik rumah Jalan Pinang Merah II Blok SK Persil 7 dan 8, Pondok Pinang, Jakarta.

Saksi Dwiningsih Haryanti Putri sebagai agen penjualan properti menyatakan tidak kenal Emirsyah Satar, namun mengenal Mia Suhodo sebagai pembeli rumah milik Istiningdiah Sugianto di Jalan Pinang Merah II Blok SK Persil 7 dan 8, Pondok Pinang.

Sedangkan Sandrina Abubakar diketahuinya adalah anak Mia Suhodo yang pernah melihat rumah tersebut sebelum dibeli Mia Suhodo.

Lebih lanjut saksi menjelaskan mengenal Mia Suhodo pada sekitar September 2011. Saat itu Mia Suhodo ingin mencari rumah di sekitar Pondok Indah.

Setelah melihat sekitar 10 rumah, akhirnya Mia Suhodo tertarik membeli rumah di Jalan Pinang Merah II Blok SK Persil 7 dan 8, Pondok Pinang, milik Iis Sugianto.

Pembelian rumah akhirnya terjadi setelah Mia Suhodo dan Iis Sugianto sepakat harga jual beli sebesar Rp8,5 miliar pada bulan November 2011, dan transaksi dilakukan secara tunai.

Saksi mengaku mendapatkan fee sebesar 2,5 persen dari harga pembelian atau sekitar Rp 160 juta.

Sementara saksi Istiningdiah Sugianto juga tidak mengenal Emirsyah Satar. Karena saat penjualan rumah dilakukan, ia hanya bertemu dengan Mia Suhodo dan Sandrina Abubakar.

Istininingdiah Sugianto menjelaskan, pembelian rumah dilakukan secara tunai dan dilakukan dalam empat tahapan pembayaran, yang beberapa diantaranya menggunakan cek.

Saksi mengatakan bahwa Mia Suhodo pernah menyampaikan kepada saksi tidak perlu khawatir soal pembayaran karena pembelian rumah akan dilakukan secara tunai, karena ia baru menjual rumahnya di Permata Hijau.

Saksi Erna Indrastuti sebagai notaris/PPAT menyampaikan mengenal Mia Suhodo karena dimintai bantuan jasa oleh Dwi Haryanti untuk membuat akta jual beli rumah di Pondok Indah yang dibeli oleh Mia Suhodo.

Saksi menjelaskan bahwa yang hadir dalam tandatangan akta jual beli adalah Mia Suhodo dan Iis Sugianto, sedangkan Emirsyah Satar tidak pernah ikut dalam proses jual beli rumah tersebut.

Selanjutnya saksi menjelaskan pembayaran pajak BPHTB dan PNBP serta fee notaris terkait jual beli rumah tersebut sudah dibayarkan.

Sementara Emirsyah Satar mengungkapkan, pembelian rumah dilakukan mertuanya.

Emirsyah juga mengaku tidak pernah ikut dalam proses pembelian rumah tersebut. Rumah kemudian dibalik nama menjadi atas nama mertuanya dan pada saat mertuanya meninggal, maka rumah tersebut diwariskan ke anak-anaknya.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00