Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Diperlakukan Khusus, Ini Penjelasannya

Ragam  SELASA, 24 MARET 2020 , 16:51:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Diperlakukan Khusus, Ini Penjelasannya

Ilustrasi/Net

Pengurusan jenazah untuk pasien terpapar Corona Virus Desiase (Covid-19) memerlukan perlakuan khusus. Karena dikhawatirkan menyebarkan virus mematikan kepada orang yang mengurusinya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota terkait tata cara pengurusan dan penguburan jenazah yang dinyatakan positif Covid-19.

"Kita tahu bahwa jenazah itu harus diperlakukan secara khusus, dan ini sudah kita informasikan ke semua rumah sakit di Jakarta. Sehingga mereka tahu tata cara prosedurnya.," kata Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Selasa sore (24/3).

"Jadi kalau ada kasus meninggal bisa menghubungi nomor kontak yang sudah kita bagikan, juga tim Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," sambungnya.

Terkait masalah jenazah tidak boleh ditakziah atau dilihat dalam rangka belasungkawa, Widyastuti menjelaskan bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan social distancing.

"Semua itu adalah sesuai prinsip social distancing. Jadi azasnya tetap sama untuk menjaga jarak antar warga menjadi perlu diperhatikan," tandasnya.

Sementara itu Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan atau protokol pengurusan jenazah pasien COVID-19 sebagai berikut :

Untuk pengurusan jenazah

1. Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan

2. Jenazah pasien Covid-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan dari plastik yang tidak dapat tembus air. Jenazah dapat juga ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar

3. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali untuk keperluan mendesak seperti otopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas

4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam

Tata cara salat jenazah

1. Pelaksanaan salat jenazah dilakukan di RS rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan desinfektasi setelah salat jenazah

2. Salat jenazah dilakukan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari 4 jam

3. Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang

Tata cara penguburan jenazah

1. Lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum dan berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat

2. Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. 3. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00