Panlih Wagub DKI Sabar Dong, Jangan Korbankan Banyak Orang

Politik  RABU, 25 MARET 2020 , 19:56:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Panlih Wagub DKI Sabar Dong, Jangan Korbankan Banyak Orang

Syahrial/Ist

Kengototan Wakil Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Jakarta Basri Baco untuk menggelar pemilihan pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan di tengah pandemi Covid-19 memperoleh kritik keras.

Padahal, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat perihal larangan berkumpul yang melibatkan banyak orang.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Syahrial mengharapkan koleganya, Basri Baco untuk bersabar hingga aktifitas DPRD dan PNS normal kembali pada 5 April mendatang.

"Sabar dong. Jangan mengorbankan orang banyak hanya untuk persoalan pemilihan wagub yang tidak mendesak. Kan temen-temen Panlih bisa bersabar hingga 5 April," ujar Syahrial kepada wartawan, Rabu (25/3).

Syahrial malah mempertanyakan adanya percepatan agenda pemilihan wagub di tengah penularan Covid-19 di Jakarta. Apalagi, kata Syahrial, Jakarta saat ini belum mencapai puncak penularan.

"Pertanyaan saya sederhana, kenapa buru-buru? Kan masih bisa menunggu kondisi terkendali," sindirnya.

Karenanya, Bamus DPRD DKI diminta tidak gegabah menjadwalkan paripurna wagub, apalagi dengan memaksakan pemilihan pada akhir Maret.

"Tidak usah dulu lah Bamus DPRD menggelar rapat. Kalau sudah pegawai Sekwan aktif, DPRD kembali aktif. Baru dimulai lagi aktifitasnya. Kalau sekarang ini, pegawai Sekwan saja kerja dari rumah. Mau kita panggil mereka untuk datang ke DPRD," kesalnya.

Lebih jauh, Syahrial mengingatkan, agar Panlih menyadari persoalan Covid-19 yang merupakan bencana dunia.

"Kalau memang dilaksanakan, polisi harus bertindak tegas, dengan membubarkan paripurna Pilwagub. Karena sesuai maklumat Kapolri, tidak boleh ada keramaian," tegasnya.

Diketahui, Basri Baco, sempat mengungkapkan bahwa rapat paripurna pemilihan wakil gubernur bakal digelar pada Jumat (27/3) lusa.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengurus surat izin kepada Polda Metro Jaya agar diperbolehkan menggelar acara tersebut.

"Makanya, sekarang ini pimpinan dewan sedang berkirim surat ke Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan DKI untuk meminta izin apakah diperbolehkan menggelar acara paripurna pemilihan Wagub atau tidak. Karena kami juga gak mau tiba-tiba acara nantinya dibubarkan oleh polisi," terangnya.

Belum Ada Surat Masuk

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, belum ada surat pemberitahuan yang masuk dari DPRD DKI Jakarta terkait akan digelarnya pemilihan wagub pada 27 Maret 2002.

"Ya belum ada surat masuk," kata Yusri saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (27/5).

Yusri menyebut pihaknya belum dapat memastikan digelarnya acara itu, biasanya pihak kepolisian terlibat untuk melakukan pengamanan.

"Kita belum tahu acaranya jadi atau tidak, tapi biasanya kita pengamanan, kita kan punya petugas disana biasa kegiatan didalam aja," kata Yusri.

Yusri menegaskan bahwa pihaknya melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi dan Maklumat Kapolri untuk melakukan social distancing dan tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang atau keramaian.

"Kalau itu memang iya, kan sudah ada Maklumat Kapolri, kan maklumat sudah jalan. Salah satunya seperti itu, social distancing kan menjaga jarak," pungkas Yusri.[dod]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00