Panglima TNI: ISIS dan Terorisme Ancaman Baru Kedaulatan

Polhukam  RABU, 29 APRIL 2015 , 18:12:00 WIB | LAPORAN:

Panglima TNI: ISIS dan Terorisme Ancaman Baru Kedaulatan

JENDERAL MOELDOKO/IST

RMOL. Panglima TNI, Jenderal Moledoko mengungkapkan, bentuk ancaman perdamaian bukan lagi peperangan militer. Namun perkembangan ideologi ISIS dan terorisme  adalah salah satu aktor baru yang mengancam kedaulatan dan keamanan negara, serta perdamaian.
 
"Gerombolan ISIS dan teroris pun menjadi entitas baru yang mampu memberikan teror-terornya bukan hanya melalui tindakan langsung namun juga melalui berbagai media," Kata Jenderal Moeldoko, dalam kata sambutannya saat syukuran perayaan HUT Kopassus ke-63, di markas baret merah, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (29/4).

Moledoko menegaskan, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, namun lebih mencintai kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dalam konteks nasional, regional dan internasional.

Upaya bangsa Indonesia dalam membangun kekuatan TNI secara signifikan adalah konsep negara, sebagai suatu keniscayaan, seiring dengan kecintaan bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan dan perdamaian, dan TNI senantiasa memposisikan dirinya secara profesional sebagai garda terdepan dalam penjagaan kedaulatan negara dan perdamaian.

Dalam konteks kehidupan pada komunitas internasional atau regional, lanjut Moledoko, pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI merupakan bentuk apresiasi terhadap negara lain, yang selama ini telah dengan penuh kepercayaan membangun kebersamaan dengan Indonesia.

Ia menegaskan, alutsista  TNI harus terus ditingkatkan dan para prajurit TNI dibangun jiwa dan raganya, untuk menjadi prajurit yang bermoral dan profesional, tetapi juga prajurit yang sejahtera hidupnya.
 
Prajurit-prajurit TNI dilatih untuk menjadi prajurit pejuang bagi rakyatnya, menjadi prajurit rakyat dalam menjaga integritas negaranya, serta menjadi prajurit profesional dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

"Kesemua itu dilakukan agar setiap prajurit TNI senantiasa siap melaksanakaan tugas politik negara, dengan segenap jiwa militansi dan pengorbanan jiwa raga, dalam rangka mempertahankan kedaulatan, serta melindungi segenap tanah tumpah darah, namun juga tetap humanis dalam  membangun kebersamaan untuk menciptakan perdamaian." tegas Panglima TNI.
 
Sementara berkaitan dengan Kopassus, Jenderal Moeldoko mengutarakan bahwa, Kopassus sebagai Komando Utama Operasional TNI, harus terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas yang menjadi kekhususannya.

Selain itu, pasukan baret merah ini juga diharapkan   memelihara sikap humanisme yang menjadi karakternya, dihadapkan kepada pergeseran dan perubahan paradigma perang serta paradigma operasi militer di era globalisasi, yang secara tradisional tidak hanya menempatkan negara sebagai ancaman kedaulatan dan perdamaian. [zul]
 

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00