Ini Suara Keprihatinan Eks Pemain Timnas

Olahraga  SENIN, 08 JUNI 2015 , 08:43:00 WIB

RMOL. Sebanyak 30 mantan pemain Timnas Indonesia mengadakan silaturahmi sekaligus menyuarakan keprihatinan nasib sepakbola saat ini di Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.

"Saya ingin menpora maupun PSSI duduk bersama menyelesaikannya, tanpa arrogansi," kata kiper Timnas era 1960-70-an, Yudo Hadiyanto.

Kata dia, seharusnnya keduabelah pihak, duduk bersama untuk memperbaiki sepakbola Indonesia. "Tinggalkan masa lalu dan jangan saling menyalahkan," imbuhnya.

Ada legendaris lainnya yang mengikuti acara tersebut, seperti Rony Paslah, Purwono, Hermansyah (kiper), Paryono, Junaidi Abdillah, Sueb Rizal, Oyong Liza, Risdianto, Simson Rumah Pasal, Roby Binur, Dede Sulaiman, Suapri, Rully Nere, Nasir Salasa, Hery Kiswanto, Elly Idris, Berti Tutuarima, Johny Fahamsyah, Bambang Nurdiansyah, Sudirman, Aditya Darmadi, Joko Irianto, dan lainnya.

Hadir juga eks manajer dan pengurus PSSI dalam kegiatan itu. Misalnya, Dimas Wahab, Ismet Tahir, serta Rahim Sukasah. Sejumlah wartawan senior seperti Sumohadi Marsis, M. Nigara, maupun Ian Situmorang, turut memeriahkan acara tersebut. Tampil sebagai pemandu acara, aktivis olahraga, Ari Sudarsono.

"Acara ini bermula dari obrolan saya dengan Johny Fahamsyah dan Bambang Nurdiansyah," kata Yanto Herlambang, salah satu penggagasnya. "Alhamdulillah, segera terkumpul, walaupun belum semua hadir," imbuhnya

Mereka pun turut berkomentar soal sepakbola Indonesia yang kini di-suspend FIFA, menyusul dibekukan menpora. Poros Halang Timnas 1970-an, Oyong Liza menilai, tidak adanya pengurus PSSI dari mantan pemain nasional misalnya.

Dia juga menginginkan, sanksi FIFA tersebut dapat segera dicabut dengan kebijakan menpora dan PSSI.

"Tim Transisi jangan terlalu lama bekerja," sahut mantan pengurus klub sepakbola Indonesia Muda, Dimas Wahab pada kesempatan sama seraya menambahkan, sepakbola Indonesia telah hancur sebelum dibekukan menpora dan disanksi FIFA.

Menurut Dinas, Tim Transisi sebaiknya segera mengumpulkan anggota PSSI, tapi bukan pengurusnya, untuk membuat aturan main dan membentuk klub guna mengisi timnas.

"PSSI bekerja untuk sepakbola, tetapi tetap menempatkan posisi pemerintah sesuai porsinya," jelasnya.

Sementara itu, M Nigara meminta, menpora tak sekadar mendengar saran yang salah. "Kalau memang tahu ada hal buruk di PSSI, mafia sepakbola, tunjuk saja berikut bukti-buktinya," tandasnya. [rmo/tah]

Komentar Pembaca