Hipmi Berharap Pemerintah Keluarkan Kebijakan yang Bangkitkan Opitimis Pengusaha

Ekonomi  MINGGU, 30 AGUSTUS 2015 , 17:29:00 WIB

Hipmi Berharap Pemerintah Keluarkan Kebijakan yang Bangkitkan Opitimis Pengusaha

ist

RMOL. Minggu depan, pemerintah rencananya akan segera mengeluarkan satu paket besar kebijakan ekonomi, guna  memperbaiki kondisi perekonomian nasional.

Menanggapi rencana tersebut, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) berharap, ada terobosan baru dan membangkitkan optimisme dunia usaha dan pasar akan perekonomian nasional. Kebijakan besar yang diambil pemerintah, tidak bisa hanya biasa-biasa saja atau sekedar memoles-moles apa yang sudah ada.

"Kalau hanya repackaging bahan dari yang sudah-sudah atau yang lama, ya bisa anti klimaks lagi. Kita harapkan ada terobosan baru dan mampu bangkitkan optimisme dunia usaha dan pasar," kata Ketua Umum BPP Hipmi, Bahlil Lahadalia, Minggu (30/8).

Harus ada, lanjut Bahlil, sesuatu yang besar, baru, bersifat fundamental, konkrit, dan berdampak langsung dalam jangka pendek, sehingga dunia usaha dan pasar merespon secara positif, bahkan antusias memperkuat ekonomi dan investasi domestik.

Ia mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, paket-paket ekonomi sebelumnya hanya disambut dingin oleh investor, dunia usaha, dan pasar.

"Paket-paket sebelumnya tidak ada terobosan disektor pembiayaan. Meskipun insentif fiskal sudah berjubel, namun pembiayaan dari lembaga keuangan tetap saja seperti seperti biasa," katanya mencontohkan.

Sebab itu, Hipmi berharap agar cakupan paket kebijakan ini tersinergi dengan lembaga-lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia agar kebijakan nantinya dapat lebihfeasible secara makro prudensial namun juga dapat mendorong sektor peran keuangan lebih ekspansif.

Bahlil mengatakan, saat ini terjadi ketimpangan (gap) yang besar antara sektor keuangan dan sektor riil. Di satu sisi, sektor keuangan tumbuh atraktif, disini lain sektor riil semakin terpuruk.

"Contoh lagi disituasi semacam sekarang saja, NIM (net interest margin) bahkan naik menjadi di atas 5 persen. Sedangkan industri non migas lainnya terus menurun, lama-lama bisa dibawah 6 persen," nilainya. [zul] 

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00