Kepala TPU Petamburan Yang Diindikasi Jalankan Pungutan Liar Pensiun 1 April

Peristiwa  KAMIS, 31 MARET 2016 , 12:00:00 WIB

Kepala TPU Petamburan Yang Diindikasi Jalankan Pungutan Liar Pensiun 1 April
RMOL. Kepala Taman Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Helmi Ibrahim, yang diindikasi menjalankan pungutan liar kepada anggota masyarakat yang akan menguburkan kerabatnya akan masuk masa pensiun pada 1 April 2016. Hal itu diungkapan oleh Sekertaris Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Christian Tamora Hutagalung.

"Kami telusuri ternyata status kepegawaiannya sudah habis per tanggal 1 April 2016 ini," ujarnya, di Jakarta, Kamis (31/3).

Helmi diduga menjalankan pungutan liar kepada anggota masyarakat yang akan menggunakan tanah pemakaman. Dia menggunakan uang hasil pungutan liarnya itu untuk membayar cicilan mobil dan rumahnya.

Christian menjelaskan, penonaktifan Helmi itu tak berkaitan dengan dugaan pungutan liar tersebut, tapi karena dia sudah memasuki masa pensiunnya.

"Kalau masih ada waktu satu atau dua bulan sebelum masa pensiun itu, pasti sudah diproses untuk pemecatan," katanya.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akrab disapa Ahok marah besar setelah mengetahui ada pungutan liar di TPU Petamburan. Dia membungkam Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Ratna Diah Kurniati dengan bukti rekaman pungutan liar tersebut. Dalam rekaman itu, terdengar perbincangan dua orang lelaki, yang salah satunya kata Ahok adalah Kepala TPU Petamburan, Helmi Ibrahim.

"Jadi terserah Anda mau kasih berapa, yang penting cukup buat bayar cicilan mobil tiga bulan, sama BTN dua bulan," demikian bunyi rekaman tersebut. [kps/xta]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00