Makam Fiktif, Ahok: Kalau Perlu Diundi

 SELASA, 02 AGUSTUS 2016 , 14:00:00 WIB | LAPORAN:

Makam Fiktif, Ahok: Kalau Perlu Diundi

Makam / Lopi Kasim/RMOLJAkarta

RMOL. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan jika beberapa pegawai negeri sipil (PNS) ‎yang terlibat dalam kasus makam fiktif sudah dipecat.

Namun, Ahok mengaku tidak mengingat jumlah PNS yang sudah diberhentikan olehnya terkait kasus makam fiktif tersebut.

"Saya tidak tahu sudah berapa yang dipecat, diberhentikan. Kan sudah digeser lama, ada yang kita pensiunkan dan ada beberapa yang sudh meninggal. Kepala dinas yang baru juga ada rekomendasi mau pecat orang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/8).

Ahok menjelaskan, sebenarnya tidak ada kerugian negara dalam kasus ini. Namun, yang dirugikan adalah warga yang diperlakukan tidak adil oleh oknum di TPU.

"Kerugianya ya itu orang jadi (diperlakukan) gak adil. Yang punya duit bisa di posisi yang enak. Yang gak punya duit dibuang kemana, harusnya adil kan," kata Ahok.

"Bila perlu diundi. Kamu juga gak mau kan orang tua kamu atau siapa yang meninggal ditaruh di nomor yang sembarangan. Harusnya diundi kan."

Untuk diketahui, dibuatnya makam palsu tersebut bertujuan supaya oknum PNS di pemakaman bisa mendapatkan untung.‎ Seolah-olah pemakaman tersebut penuh, akhirnya orang yang ingin mengubur jenazah keluarganya mau tidak mau harus membayar kepada oknum PNS tertentu supaya mendapatkan lahan. [ipk]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00