MENUJU DKI 1

Tolak Ahok, Kader PDIP Kirim Surat Terbuka ke Megawati

Polhukam  SELASA, 20 SEPTEMBER 2016 , 12:22:00 WIB | LAPORAN:

Tolak Ahok, Kader PDIP Kirim Surat Terbuka ke Megawati
RMOL. Penolakan terhadap pencalonan kembali Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus terus berdatangan dari internal PDIP.

Bahkan, aktivis dan pejuang partai PDIP Budi Mulyawan yang mengirimkan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar tak memberikan mandat untuk mengusung Ahok.

Budi Mulyawan meminta kepada Megawati agar tidak mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Menurut dia, Ahok memiliki rekam jejak yang buruk dan "Segudang masalah" di kancah perpolitikan nasional. Ahok juga dinilai berpotensi memecah belah soliditas kader di semua lini.

Berikut surat terbuka tersebut yang diterima RMOL Jakarta Selasa (20/9).

SURAT TERBUKA:
Kepada. Yth, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI PERJUANGAN.
Di Tempat

"SOLUSI PDI PERJUANGAN",
Dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Provinsi DKI Jakarta di awal tahun 2017 akan melaksanakan pesta demokrasi (pilgub). Dinamika pilgub sudah sangat terasa, baik di elit politik maupun masyarakat luas.

Dinamika pilgub ini sangat menguras energi seluruh kekuatan politik di Ibu kota, terlebih partai politik. Sebab pilgub DKI Jakarta merupakan pintu masuk utama bagi pesta demokrasi di tingkat nasional (pilpres 2019).

Bagi PDI Perjuangan, pilgub DKI Jakarta adalah ajang yang sekaligus sebagai momentum untuk mengevaluasi/koreksi segala kekurangan dan kesalahan dalam pilgub serta pilpres diperiode yang lalu.

Hal tersebut sangatlah penting, demi mewujudkan cita cita dan garis perjuangan partai.
Untuk itu, PDI Perjuangan tidak boleh terjebak dalam kepentingan politik yang sempit, yang hanya memuaskan segelintir elit politik (faksi) yang ada di PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan juga harus banyak belajar dari pilgub dan pilpres yang lalu, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama..

Untuk hal tersebut, kami mencoba memberi Masukan/Rekomendasi kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Hj. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI, semoga masukan kami dapat menjadi solusi terhadap dinamika politik yang terjadi di PDI Perjuangan.

Masukan kami adalah: "TOLAK AHOK" (Basuki Tjahaja Purnama), sebagai kandidat Gubernur yang di usung PDI Perjuangan. Ahok, selain memiliki rekam jejak yg buruk dan "Segudang masalah" di kancah perpolitikan nasional, dia pun berpotensi memecah belah soliditas kader di semua lini.

Loyalitas Ahok, hanya dengan kepentingan politik pribadinya, Terlebih, Ahok berpotensi "menghalalkan segala cara" demi memenuhi ambisi politiknya.

PDI Perjuangan sudah saatnya dan jangan ragu, mencalonkan KADER SENDIRI (Asli) yang jelas dedikasinya serta  kejuangan, keberpihakannya pada partai wong cilik, mereka diantaranya adalah :

1. PRANANDA PRABOWO
2. TRI RISMAHARINI
3. GANJAR PRANOWO
4. BOY SADIKIN
Sebagai "KANDIDAT GUBERNUR"
Dari PDI Perjuangan dalam pilgub DKI Jakarta 2017.
 
Menurut perhitungan dan analisa kami, mereka adalah satu satunya solusi terhadap dinamika politik yg berkembang saat ini.

Solusi tersebut adalah :

1. Solusi kemenangan;
Bersatunya modal sosial dan modal finansial, sebagai faktor utama penentu kemenangan.

2. Solusi ideologis:
Dengan rekam jejak, dedikasi, kadar ideologi dan dengan pemahaman yg lebih dari cukup tentang ajaran Bung Karno, merupakan benteng ideologi yg kokoh bagi PDI Perjuangan.

3. Solusi Soliditas partai;
Dengan menunjuk diantara mereka yg dicalonkan sebagai cagub DKI Jakarta, akan menghentikan segala polemik dan spekulasi siapa kandidat yang akan direstui Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus dapat merapatkan seluruh eleman juga kekuatan politik di PDI Perjuangan.

4.Solusi  Kaderisasi partai;
Konsolidasi (tahapan/Jenjang karier) dan kaderisasi dalam partai akan berjalan normal dan dengan penuh kepastian, sekaligus mengeliminir kader karbitan, kutu loncat serta kader susupan (infiltran).

4. Solusi kepemimpinan nasional;
Mempersiapkan estafet  kepemimpinan nasional dalam pilpres mendatang dan meningkatkan nilai tawar politik dengan seluruh kekuatan politik, terutama kepemimpinan nasional sekarang.

Demikian Surat Terbuka (rekomendasi) dari kami, semoga dapat menjadi solusi terbaik bagi PDI Perjuangan, warga jakarta dan Bangsa Indonesia..
Terimakasih..

Budi Mulyawan, SH.
(Kader, Aktivis & Pejuang partai/PDI Perjuangan)
.‎ [dka]

 

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104