Yusril: Ilmu Geografi Megawati Payah

 KAMIS, 13 OKTOBER 2016 , 11:51:00 WIB | LAPORAN:

Yusril: Ilmu Geografi Megawati Payah

Megawati / NET

RMOL. Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dianggap lemah pengetahuannya tentang geografi.

Penilaian tersebut diberikan lantaran Mega mengidentikkan gaya bahasa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan masyarakat Bangka.

Pakar hukum tata negara, Prof. Yusril Ihza Mahendra mengatakan, bahasa masyarakat Bangka berbeda dengan Belitung. Menurut Yusril, bahasa masyarakat Bangka lebih dekat dengan bahasa Palembang. Sementara bahasa Belitung lebih dekat dengan Riau.

"Megawati enggak bisa bedain orang Bangka dengan orang Belitung," kata Yusril, seperti dikutip dari RMOLJabar.com, Kamis (14/10).

Dikatakan Yusril, orang Bangka maupun Belitung masih menggunakan bahasa Indonesia. Maka itu Politikus kelahiran Belitung ini menegaskan gaya bahasa orang Bangka maupun Belitung tidak sekasar Ahok.

"Ahok itu bukan orang Bangka, Ahok itu orang Cina Belitung. Mega itu ilmu buminya payah, dia enggak bisa bedain antara Bangka dengan Belitung," ketusnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengatakan, orang keturunan Cina di Belitung maupun di Bangka sering menggunakan bahasa Hakka. Dia menuturkan, jika bahasa Hakka diterjemahkan ke bahasa Indonesia, artinya bisa gawat.

"Yang kasar-kasar ngomong itu bukan orang Bangka maupun orang Belitung," kata Yusril.

Sebelumnya, saat konferensi pers seusai mengajak sejumlah calon kepala daerah berziarah ke makam Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Senin (10/10), Mega mengidentikan prilaku kasar, bahasa jorok dan tindakan bengis Ahok sebagai kebiasaan orang Babel. (Dato' Seri Radindo: Ibu Megawati, Segeralah Insyafi Kekeliruan!)

Ucapan Mega itu pun membuat masyarakat Bangka Belitung berang. Sebab, Mega seperti menyimpulkan orang Babel berperangai buruk dan tak beradat seperti yang dipertontonkan Ahok, hal itu jelas keliru.

"Pernyataan tersebut sangat melukai hati seluruh masyarakat Babel," ujar DR Dato' Seri Radindo H Ibnuhajar Mustafa dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai, Lembaga Adat Melayu Bangka Belitung, melalui keterangan tertulis, Rabu (12/10). [ipk]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104