Ahok Harus Ungkap Siapa Elit yang Memintanya Mundur

 JUM'AT, 11 NOVEMBER 2016 , 12:59:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ahok Harus Ungkap Siapa Elit yang Memintanya Mundur

Ahok-Djarot / NET

RMOL. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengaku disuruh mundur oleh sejumlah pihak dari bursa Pilgub DKI Jakarta 2017, justru memunculkan polemik baru.

"Ngapain Ahok ngomong ke publik soal ada pihak-pihak yang memintanya mundur. Kan tidak semua persoalan harus diungkapkan ke media," kata Emrus saat dihubungi, Jumat (11/11).

Apabila sudah menjadi konsumsi media, kata Emrus, Ahok yang mengusung tagline bersih, transparan dan profesional harus mengungkap siapa saja pihak yang mendesaknya mundur dari kompetisi perebutan kursi DKI 1.

"Ahok harus ngaku, terbuka, dan transparan. (Ahok) Harus ungkap siapa saja yang minta dia mundur," kata Emrus.

Diketahui, Kamis (10/11), Ahok tiba-tiba membuat pengakuan mengejutkan. Ahok mengaku ada pihak yang memintanya mundur dari Pilgub DKI.

"Saya sudah diminta untuk mundur karena sudah dilaporkan akan terjadi ketidakpastian dan kekacauan," kata Ahok.

Tentu saja Ahok tak mengiyakan permintaan itu. Ahok akan tetap melaju dalam kontestasi politik Ibukota dengan terus menyosialisasikan program-programnya bersama dengan cawagub Djarot Saiful Hidayat.

Ahok mendapatkan informasi soal permintaan dirinya mundur dari Pilgub DKI itu dalam perbincangan dengan Presiden Jokowi. Namun Ahok menolak menyebutkan siapa teman Presiden yang memintanya mundur.

"Nah di situlah saya diminta mundur, katanya Pak Jokowi dari teman, karena untuk menghindari perang kolosal ini," kata Ahok.

Kini Ahok sudah mantap jalan terus menatap Pilgub DKI. Apalagi banyak tokoh penting yang menyarankannya untuk maju terus.

"Ibu Mega (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) mengatakan, 'Tidak ada kata mundur. Ini kita menegakkan ideologi kita, negara kita'," ungkap Ahok

Lalu siapa pihak yang menyuruh Anda mundur, Ahok? "Enggak usah cerita lah," tepis Ahok. [ipk]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104