DEMO 212

Banyak Dibully, Kapolri: Saya Bukan Anti Islam, Tapi Tugas Jaga Keamanan

Polhukam  RABU, 30 NOVEMBER 2016 , 16:40:00 WIB | LAPORAN:

Banyak <i>Dibully</i>, Kapolri: Saya Bukan Anti Islam, Tapi Tugas Jaga Keamanan

Kapolri Tito Karnavian / RMOLJakarta

RMOL. Kebebasan untuk menyampaikan pendapat dengan melakukan demonstrasi memang telah diatur dalam Undang Undang (UU). Namun dalam UU pula diatur untuk tidak melanggar ketertiban.

Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian saat menjadi Keynote Speaker dalam Musyawarah Nasional (Mukernas) Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Mahasiswa Indonesia (LDHKMI) di Universitas Jayabaya, Pulomas, Jakarta Timur, (Rabu, 30/11).

"Demokrasi membuat kita serba bebas. Mau demo dimana saja bebas. Padahal dalam undang-undang, kalo melanggar ketertiban gak boleh," kata Kapolri Tito.

Ketidak bolehan melanggar ketertiban umum itu dijelaskan Kapolri sebagaimana tertera dalam pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998, dimana ‎dalam menyatakan pendapat tidak boleh mengganggu ketertiban umum, tidak boleh mengganggu hak azasi orang lain.

"Kalau pasal 6 dilanggar, maka polisi bisa membubarkan. Kalau dibubarkan, massa yang banyak itu maka akan terjadi konflik," kata Kapolri Tito.

Dengan alasan itulah dirinya melarang aksi sholat Jumat berjamaah dilakukan di Jalan Sudirma-Thamrin. Sebab hal tersebut jelas akan merugikan hak banyak orang dengan tertutupnya Jalan Sudirman-Thamri.

Maka daripada itu, dicarikan tempat agar pelaksanaan aksi super damai Bela Islam III pada 2 Desember mendatang dilakukan di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

"Jangan maksa lah mau demo (dengan) cover-nya shalat Jumat di Jalan Thamrin-Sudirman," kata Kapolri.

Polisi bintang empat itu mengaku banyak dibully lantaran tidak memperbolehkan demo menutup jalan protokol.

"Saya bukan anti Islam, Tuhan saya Allah, Nabi saya Muhammad SAW, kitab suci saya Alquran. Tapi saya juga punya tugas menjaga keamanan (negara). Kalau saya biarkan tutup jalan, maka bisa saja minggu depannya ada lagi yang mau begitu (demo menutup jalan) juga, bilang mau shalat Jumat di situ," tegasnya.

"Kalau diperbolehkan akan ada preseden. Alhamdulillah mau pindah ke Monas. Kalau gak mau (pindah) apa boleh buat, kita akan tegakkan hukum," pungkasnya. [ipk]

Komentar Pembaca