Anies: Kedamaian Harus Dijaga dengan Tegakkan Hukum dan Rasa Keadilan

 JUM'AT, 02 DESEMBER 2016 , 16:27:00 WIB | LAPORAN:

Anies: Kedamaian Harus Dijaga dengan Tegakkan Hukum dan Rasa Keadilan

Anies Baswedan / RMOLJAkarta

RMOL. Jutaan peserta aksi super damai 2 Desember memenuhi sekitar lapangan Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti shalat Jumat dan dzikir bersama, menunut tersangka penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

Aksi yang berlangsung damai itu mendapat tanggapan dari calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Manurutnya, aksi damai tersebut sebagai salah satu tanda demokrasi di Indonesia sudah matang, bahkan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla (JK) berbaur dengan umat Islam yang ikut aksi.

Anies secara khusus mengapresiasi para ulama, habib, tokoh masyarakat dan umat Islam Indonesia yang sudah membuat kegiatan aksi damai, dan dzikir bersama ini berjalan tertib dan sejuk. Juga aparat keamanan yang mengawal dengan bersahabat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014-2016 itu melihat aksi damai ini wujud aspirasi dari masyarakat sangat kuat. Ini bukan sekadar aspirasi elit, ini aspirasi rakyat kebanyakan. Jutaan rakyat kebayakan itu dengan ikhlas hadir dari berbagai penjuru negeri untuk menuntut ditegakkannya rasa keadilan. Dan, hebatnya lagi semua ini berjalan dengan damai tak sedikitpun menganggu ke-bhinneka-an.

"Aksi ini tidak menganggu ke-bhinneka-an dan persatuan," kata Anies kepada sejumlah wartawan di rumahnya, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta.

Dikatakan Anies, di banyak negeri lain, aspirasi isu sensitif sering diungkap dengan kekerasan, tapi di Indonesia diungkapkan dengan damai. Menuntut keadilan dengan cara beradab lewat jalur hukum dan dengan damai.

Tapi, Anies mengingatkan bahwa kedamaian itu ditandai bukan sekadar dengan tiadanya kekerasan, tapi kedamaian harus dijaga dengan menghadirkan rasa keadilan. Prinsip Ini yang harus disadari oleh semua aparat penegak hukum dan penegak keadilan.

Memang, yang menjadi dasar aksi tersebut adalah dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Anies pun berharap agar penanganan kasus dugaan penistaan agama berjalan profesional, memenuhi semua prinsip hukum, keadilan dan bisa menghadirkan rasa keadilan.

Baginya, masyarakat Indonesia ingin agar prinsip keadilan dijunjung tinggi dan rasa keadilan bisa ditegakkan.

"Hadirnya rasa keadilan itu yang diinginkan rakyat dan negara berkewajiban menegakan hukum demi menghadirkan rasa keadilan itu" ungkapnya. [awr]

Komentar Pembaca