Terima Kunjungan Ulama Afghanistan, Fahri Hamzah Jelaskan Pancasila

 RABU, 14 DESEMBER 2016 , 14:50:00 WIB

Terima Kunjungan Ulama Afghanistan, Fahri Hamzah Jelaskan Pancasila

FOTO: RMOL.CO

RMOL. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima kunjungan para ulama senior dari Afganistan di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 14/12).

Fahri mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas tentang kehidupan demokrasi pasca kemerdekaan Afghanistan dari Uni Soviet.

"Afganistan ini memperoleh kemerdekaannya dengan perang sama dengan kita, berbeda dengan negara-negara Asia Tengah lainnya, yang merdeka karena Soviet-nya runtuh, lalu kemudian mereka merdeka," kata Fahri seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL.co.

Berbeda dengan Indonesia yang semua rakyat bahu-membahu setelah kemerdekaan, Afghanistan yang baru merebut kemerdekaan justru terperangkap dalam perang saudara.

"Ada perang suku dan perang sipil yang panjang sekali, sampai-sampai mereka mau membuat negara itu susah," sesalnya.

Karena masih ada konflik yang sangat luas diantara suku, agama dan antar aliran-aliran. Maka lanjut Fahri, para ulama tersebut datang untuk mengetahui bagaimana Indonesia menjaga keamanan negaranya di tengah keberagaman yang dimiliki.

"Nah mereka itu pengen tau caranya, Indonesia yang lebih beragam ini bisa apa namanya, pondasinya kuat, sistem perdamaiannya itu kuat. Tadi saya mengatakan kepada mereka 17 ribu pulau, lebih dari 1000 bahasa, lebih dari 700 an suku," jelas Fahri.

Kepada para ulama Afghanistan, Fahri menerangkan bahwa keamanan Indonesia yang bertahan di tengah keberagaman semata-mata karena fondasi yang dimiliki bangsa ini. Salah satunya Pancaaila.

"Mereka sangat tertarik dengan Pancasila. Karena Pancasila itu persatuan antara ide keagamaan dan ide kebangsaan digabung jadi tidak ada konflik di situ. Pendiri bangsa kita itu ya agamawan, ulama, negarawan, ya politisi juga. Jadi dari awal itu tidak pernah konflik, bahwa ini ulama-ulama, pemimpin negara, ini politisi-politisi tidak, tapi ini bergabung," pungkasnya. [ipk]

Komentar Pembaca